Sabtu, 05 Mei 2018

Langkah-langkah Evaluasi Program Penyuluhan


LANGKAH-LANGKAH EVALUASI PROGRAM PENYULUHAN PERTANIAN
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Perencanaan dan Evaluasi Program Penyuluhan Pertanian
Dosen Pengampu : Arip Wijianto, SP.,M.Si

 


 

Oleh :
Kelompok 4
Aslih Ricky Maulana             (H0414006)
Eva Diah Lupitasari             (H0414017)
Muhammad Hafidh A          (H0414030)
Sri Noviyanti Wijaya            (H0414042)

PROGRAM STUDI PENYULUH DAN KOMUNIKASI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2017
                                       
                                                                                                         
        I.          PENDAHULUAN
  A.     Latar belakang
Evaluasi adalah suatu proses untuk menentukan relevansi, efisiensi, efektivitas, dan dampak kegiatan-kegiatan proyek/program sesuai dengan tujuan yang akan dicapai secara sistematik dan obyektif. Evaluasi merupakan suatu kegiatan yang penting, namun sering dikesampingkan dan konotasinya negatif, karena dianggap mencari kesalahan, kegagalan dan kelemahan dari suatu kegiatan penyuluhan pertanian. Seorang penyuluh pertanian untuk dapat melakukan evaluasi dengan benar harus merencanakan atau menyusun instrumen dan melaksanakan evaluasi serta dapat menyusun laporan hasil evaluasi sesuai dengan metoda ilmiah, untuk itu, maka tahapan evaluasi yang dilakukan harus jelas, sistematis dan mengikuti kaidah berfikir ilmiah.
            Manfaat  dari hasil evaluasi penyuluhan antara lain : menentukan tingkat perubahan perilaku petani, untuk perbaikan program, sarana, prosedur, pengorganisasian dan pelaksanaan penyuluhan pertanian dan untuk penyempurnaan kebijakan penyuluhan pertanian. Pelaporan hasil kegiatan penyuluhan pertanian sangat penting sebagaicpenyampaian informasi, sebagai bahan pengambilan keputusan/kebijakan oleh pimpinan/penanggung jawab kegiatan, pertanggungjawaban, pengawasan dan perbaikan perencanaan berikutnya. Untuk mendapatkan hasil evaluasi yang dapat dipercaya perlu adanya prinsip-prinsip sebagai landasan dalam pelaksanaan supervisi, monitoring, evaluasi dan pelaporan penyuluhan pertanian yaitu berdasarkan fakta, bagian integral dari proes penyuluhan, berhubungan dengan tujuan program penyuluhan, menggunakan alat ukur yang sahih, dilakukan terhadap proses dan hasil penyuluhan serta dilakukan terhadap kuantitatif maupun kualitatif.
Keberhasilan dalam pelaksanaan penyuluhan tidak terlepas dari apa yang dinamakan evaluasi. Oleh karena itu setiap penyuluhan wajib melakukan kegiatan evaluasi manakala setiap kegiatan penyluhan selesai dilaksanakan. Sebenarnya evaluasi harus dilihat dari segi manfaatnya sebagai upaya memperbaiki dan penyempurnaan program atau kegiatan penyuluhan pertanian sehingga lebih efektif, efisien dan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Evaluasi penyuluhan pertanian dapat digunakan untuk memperbaiki perencanaan kegiatan maupun program penyuluhan pertanian, kinerja penyuluhan, mempertanggungjawabkan kegiatan yang dilaksanakan, serta membandingkan antara kegiatan yang dicapai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
  B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan evaluasi program penyuluhan pertanian?
2.      Apa saja tujuan dan kegunaan evaluasi program penyuluhan pertanian?
3.      Bagaimana langkah-langkah evaluasi program penyuluhan pertanian?
  C.     Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Dapat mengetahui konsep evaluasi program penyuluhan pertanian
2.      Dapat mengetahui  tujuan dan kegunaan evaluasi program penyuluhan pertanian.
3.      Dapat mengetahui langkah-langkah melakukan evaluasi program penyuluhan pertanian.



                         II.          PEMBAHASAN
  A.     Pengertian Evaluasi dan jenis-jenis evalusai
Evaluasi penyuluhan pertanian merupakan alat untuk mengambil keputusan dan menyusun pertimbangan-pertimbangan. Dari hasil evaluasi penyuluhan pertanian dapat diketahui : sejauhmana perubahan perilaku petani, hambatan yang dihadapi petani, efektivitas program penyuluhan pertanian serta seberapa jauh pemahaman masalah dan penyempurnaan kegiatan. Jenis-jenis evaluasi dalam penyuluhan pertanian :
1.    Evaluasi Program Penyuluhan
Setiap program kegiatan yang direncanakan seharusnya diakhiri dengan evaluasi dan dimulai dengan hasil evaluasi kegiatan sebelumnya. Evaluasi yang dilakukan dimaksudkan untuk melihat kembali apakahsuatu program atau kegiatan telah dapat dilaksanakan sesuai dengan perencanaan dan tujuan yang diharapkan. Dari kegiatan evaluasi tersebut akan diketahui hal-hal yang telah dicapai, apakah suatu program dapat memenuhi kriteria yangtelah ditentukan. Berdasarkan hasil evaluasi itu kemudian diambil keputusan, apakah suatu program akan diteruskan, atau direvisi, atau bahkan diganti sama sekali. Hal ini didasarkan pada pengertian evaluasi, yaitu suatu proses pengumpulan informasi melalui pengumpulan data dengan menggunakan instrument tertentu untuk mengambil suatu keputusan. Jadi, pada dasarnya evaluasi adalah suatu kegiatan yang menguji atau menilai pelaksanaan suatu program.
Evaluasi program biasanya dilakukan untuk kepentingan pengambilan keputusan dalam rangka menentukan kebijakan selanjutnya. Melalui evaluasi suatu program  dapat dilakukan secara sistematis, rinci dan menggunakan prosedur yang sudah diuji secara cermat, dengan metode tertentu akan diperoleh data yang handal, dapat dipercaya  sehingga penentuan kebijakan akan tepat, dengan catatan apabila data yang digunakan  sebagai dasar pertimbangan tersebut benar, akurat dan lengkap. Adapun program itu sendiri diartikan segala sesuatu yang dilakukan dengan harapan akan mendapatkan hasil atau pengaruh. Jadi evaluasi program merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk melihat tingkat keberhasilan program serta untuk melihat tercapai atau tidaknya suatu program yang sudah berjalan diperlukan kegiatan evaluasi.
2.    Evaluasi Hasil Penyuluhan Pertanian
Tujuan penyuluhan pertanian adalah  perubahan perilaku petani (kognitif, afektif,dan psikomotor).
a.    Kognitif      : Kemampuan mengembangkan intelegensia (pengetahuan, pengertian, penerapan, analisis, sintesis)
b.    Afektif : Sikap, minat, nilai, menanggapi, menilai/tata nilai dan menghayati
c.    Psikomotor : kekuatan, kecepatan, kecermatan, ketepatan, ketahanan dan keharmonisan
Jadi evaluasi hasil penyuluhan pertanian adalah mengevaluasi sampai seberapa jauh tingkat pencapaian tujuan, berupa perubahan perilaku petani dan keluarganya
3.    EvaluasiMetode
Evaluasi metode yaitu evaluasi semua kegiatan penyuluhan pertanian yang dilakukan penyuluh pertanian dalam rangka mencapai perubahan perilaku sasaran.
4.    Evaluasi Sarana Prasarana
Sarana dan prasarana adalah pendukung penyuluhan pertanian, sangat penting dalam kegiatan penyuluhan pertanian, efektifitas penyuluhan pertanian sebagian tergantung pada alat bantu penyuluh, perlengkapan, peralatan, bahan-bahan sarana prasarana yang digunakan. Evaluasi sarana-prasarana pada dasarnya mengevaluasi  kesiapan perangkat sarana-prasarana yang menunjang kegiatan penyuluhan.
5.    Evaluasi Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian dan Evaluasi Dampak Penyuluhan
Dalam prakteknya pelaksanaan evaluasi penyuluhan pertanian dapat merupakan kombinasi dari beberapa macam/caraevaluasi, hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, lebih akurat, dan lebih sahih  dari pada evaluasi dengan menggunakan cara tunggal.
Evaluasi pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian merupakan proses yang sistematis, sebagai upaya penilaian atas suatu kegiatan oleh evaluator melalui pengumpulan dan analisis informasi secara sistematik mengenai perencanaan, pelaksanaan, hasil dan dampak kegiatan penyuluhan pertanian. Hasil evaluasi ini untuk menilai relevansi, efektifitas/efisiensi pencapaian/hasil suatu kegiatan, untuk selanjutnya digunakan sebagai pertimbangan dalam pengambilan kebijakan pada perencanaan dan pengembangan kegiatan selanjutnya.
Evaluasi pelaksanaan atau evaluasi proses (on going evaluation) ini dilaksanakan pada saat kegiatan sedang dilaksanakan. Fokus utama evaluasi ini menyangkut proses pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan:
a.    Tingkat efisiensi dan efektifitas pelaksanaan
b.    Kemungkinankeberhasilan kegiatan sebagaimana yang direncanakan, sejauhmana hasil yang diperoleh dapat memberi sumbangan kepada tujuan pembangunan.
c.    Tindakan korektif yang diperlukan untuk memperbaiki efisiensi dan efektifitas pelaksanaan
d.   Tindakan-tindakanlain yang diperlukan sebagai pelengkap kegiatan yang telah direncanakan.
Hasil dari evaluasi pelaksanaan kegiatan penyuluhan biasanya digunakan untuk membantu pengambilan keputusan/penentu kebijakan dalam mengatasi permasalahan, dan tindakan penyesuaian/perbaikan ata spelaksanaan kegiatan.

  B.     Alasan Utama Melakukan Evaluasi
Evaluasi dapat didefinisikan sebagai penghakiman berdasarkan informasi yang dikumpulkan. Ada dua alasan utama untuk melakukan evaluasi:
1.    Untuk mengetahui apakah kita berada pada jalur yang benar atau apakah kita perlu menyesuaikan lagi dengan tujuan selama pelaksanaan kegiatan.
2.    Untuk mengetahui apakah kita telah mencapai tujuan awal dan apakah hasilnya berdampak pada masalah yang diidentifikasi sejak awal.
  C.     Tujuan dan Kegunaan Evaluasi Program Penyuluhan Pertanian
1.    Tujuan Evaluasi
Tujuan dan manfaat adalah dua konsepsi yang berbeda yang dapat mengundang perdebatan tentang pengertiannya ditinjau dari segi bahasa (language), istilah teknis (technical or scientificconcept), dan tingkat analisis (levelof analysis). Berikut dijelaskan beberapa aspek atau cakupan tujuan evaluasi meliputi :
a.    Activity objective
1)   Mengumpulkan data yang penting untuk perencanaan program (keadaan umum daerah, sosial, teknis,ekonomis, budaya, masalah, kebutuhan dan minat, sumber daya, faktor-faktor pendukung).
2)   Mengetahui sasaran/tujuan program/kegiatan telah tercapai.
3)   Mengetahui perubahan-perubahan yang telah terjadi sebagai akibat intervensi program/kegiatan penyuluhan
4)   Mengetahui strategi yang paling efektif untuk pencapaian tujuan program
5)   Mengidentifikasi “strong dan weak points” dalam perencanaan dan pelaksanaan program.
6)   Mengetahui kemajuan pelaksanaan kegiatan
b.    Tujuan Managerial (managerial objective)
1)   Memberikan data /informasi sebagai dasar pertimbangan untuk pengambilan keputusan.
2)   Memperbaiki perencanaan dan pelaksanaan program
3)   Berkomunikasi dengan masyarakat dan penyandang dana/stakeholder.
4)   Menimbulkan rasapersatuan dan motivasi untuk bekerja lebih baik.
c.    Tujuan Program  (Program objective)
Menilai efisiensi, efektifitas, dan manfaat dari program selain untuk memenuhi beberapa tujuan tersebut di atas, alasan lain mengapa perlu dilakukan evaluasi adalah karena mungkin:
1)   Telah terjadi perubahan dalam sifat dari masalah
2)   Telah terjadi perubahan struktur dan program dari lembaga-lembaga terkait
3)   Telah terjadi perubahan kebutuhan, aspirasi, dan harapan dari masyarakat.
2.    Manfaat Evaluasi
Manfaat melakukan evaluasi adalah: menentukan tingkat perubahan perilaku petani setelah penyuluhan dilaksanakan; perbaikan program, sarana, prosedur, pengorganisasian petani dan pelaksanaan penyuluhan pertanian;  penyempurnaan kebijakan penyuluhan pertanian.
3.    Kegunaan Evaluasi
Ada beberapa kegunaan evaluasi dilihat dari berbagai sudut pandang yaitu sebagai berikut:
a.    Kegunaan bagi kegiatan penyuluhan itu sendiri, yakni:
1)   Untuk mengetahui seberapa jauh kegiatan yang telah dicapai
2)   Untuk mencari bukti apakah sekuruh kegiatan telah dilaksanakan seperti yang direncanakan.
3)   Untuk mengetahui segala masalah yang muncul/dijumpai yang berkaitan dengan tujuan yang diinginkan.
4)   Untuk mengukur efektifitas dan efesiensi sistem kerja dan metoda-metoda penyuluhan yang telah dilaksanakan.
5)   Untuk menarik simpati aparat dan warga masyarakat bahwa program tersebut memang mendapat perhatian yang sungguh-sungguh sehingga diharapkan mereka dapat berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan berikutnya.
b.    Kegunaan bagi aparat penyuluhan, yakni meliputi:
1)   Penyuluh merasa diperhatikan dan tidak dilupakan, sehingga memberikan kepuasan psikologis yang akan mendorong aktivitas penyuluhannya di masa mendatang.
2)   Melalui evaluasi, seringkali juga digunakan untuk melakukan penilaian terhadap aktivitas atau mutu kegiatan penyuluhan itu sendiri, sehingga berpengaruh dalam menentukan masa depan bagi pengembangan karier penyuluh yang bersangkutan.
3)   Dengan adanya evaluasi maka penyuluh akan selalu mawas diri dan berusaha agar kegiatannya berjalan dengan baik sehingga membiasak diri untuk selalu rajin, tekun dan bertanggung jawab.
c.    Kegunaan bagi pelaksana evaluasi, yakni meliputi:
1)   Kebiasaan untuk mengemukakan pendapat berdasarkan data atau fakta dan bukan didasarkan kepada asumsi atau praduga semata.
2)   Kebiasaan bekerja sistematis, sesuai dengan prosedur dan pedoman yang telah ditetapkan.
3)   Memperolah peningkatan pengetahuan dan keterampilan. (Mardikanto.T, 1993)
  D.     Langkah-langkah Evaluasi Program Penyuluhan Pertanian
Langkah-langkah evaluasi penyuluhan yaitu menetapkan obyek, menetapkan data atau informasi yang akan dikumpulkan, cara pengumpulannya, alat/instrumen  yang digunakan, cara mengolah data/informasi serta melaporkan hasil-hasilnya. Langkah-langkah evaluasi yang dilakukan sebagai berikut:
1.    Memahami tujuan-tujuan penyuluhan yang akan dievaluasi.
Unsur-unsurnya dalam tujuan penyuluhan antara lain ialah sasaran (S), perubahan perilaku yang dikehendaki (P), materi (M),  kondisi/situasi (K)
Contoh:
petani dapat  melakukan  pemupukan padi sawah sesuai dosis yang tepat
       S              P                             M                                                 K
2.    Menetapkan indikator-indikator untuk mengukur kemajuan-kamajuan yang dicapai. Indikator-indikatornya meliputi:
a.    indikator perubahan kognitif
1)   penguasaan pengetahuan (knowledge)
2)   Penguasaan pengertian (comprehension)
3)   Kamampuan menerapkan (application)
4)   Kamampuan analisis (analisis)
5)   Kemampuan sintesis (synthesis)
b.    Indikator perubahan kemampuan afektif
1)   menyadari atau mau memilih
2)   Tanggap atau mau
3)   yakin atau mau mengikuti
4)   Menghayati atau selalu menerapkan
5)    Menghayati atau selalu menerapkan.
c.    Indikator perubahan psikomotor
1) kecepatan      2) kekuatan            3) Ketahanan
4) kecermatan    5) ketepatan           6) ketelitian
7) kerapihan       8) keseimbangan   9) keharmonisan
Contoh: Tujuan penyuluhan pertanian yang berhubungan psikomotor. Petani dapat melakukan pemupukan padi sawahnya sesuai dengan rekomendasi, indikator untuk mengukur kemajuan yang dicapai adalah kecepatan, ketepatan bukan mengenal jenis-jenis pupuk (knowledge), menerangkan kegunaan pupuk-pengertian (comprehension)
3.    Mambuat alat pengukur untuk mengumpulkan data
Contoh Tujuan Penyuluhan pertanian:
“Petani dapat melakukan pemupukan padisawahnya sesuai rekomendasi”
a.  Indikator: kecepatan dan ketepatan
b. Standar: kecepatan 5 jam/ha dan ketepatan 100 kg/ha
c. Kriteria: trampil 5jam/ha, pupuk 100 kg/ha;  ketrampilan sedang > 5 kg/ha,  pupuk 100 kg/ha atau 5 jam/ha, pupuk +  100 kg/ha; tidak trampil > 5 jam/ha, pupuk < 100 kg/ha
Alat pengukur yang dapat dipakai untuk mengukur data :
a.    pertanyaan-pertanyaan untuk mengukur pengetahuan (daya mengingat)
b.    pertanyaan-pertanyaan untuk mengukur pengertian
c.     pertanyaan-pertanyaan untuk mengukur kemampuan memecahkan masalah
d.   rating scale untuk mengukur ketrampilan ataukegiatan-kegiatan praktek
e.    skala sikap
f.     skala minat.
4.    Membuat alat pengukur atau instrumen evaluasi memenuhi persyaratan alat ukur
a.    Kesahihan (validity)
Sahih, bila alat ukur yangdigunakan sesuai dengan obyek yang hendak diukur yaitu apakah alat ukur perubahan perilaku sikap, pengetahuan dan ketrampilan. Alat ukur harus sahih untuk mengukur ’subyek materi” atau informasi yang disuluhkan.
b.    Keterandalan (reliability)
Kemampuan alat ukur, dapat digunakan orang lain dan memperoleh hasil yang sama dalam situasi dan kondisi apapun.
c.    Obyektivitas
Alat ukur harus obyektif kongkrit, jelas, hanya memiliki satu interpretasi untuk menganalisis.
d.   Praktis (practicability)
Mudah digunakan efektif untuk bahan pengukuran dan bersifat efektif untuk menganalisis.
e.    Sederhana (simple)
Tidak terlalu rumit/kompleks sehingga mudah di mengerti.
Alat pengukur evaluasi penyuluhan pertanian dapat berupa:
a.    Pertanyaan untuk mengukur pengetahuan
Pertanyaan untuk mengukur tahu atau tidak tahu dan mengetahui atau tidak mengetahui dengan seperangkat pertanyaan yang cukup pendek,
Contoh: Sebutkan jenis-jenis pupuk untuk padi!
b.    Pertanyaan untuk mengukur pengertian
Pengertian lebih luas atau mendalam dari pengetahuan, pengertian mengacu pada kemampuan intelektualitas seseorang.
Contoh: terangkan atau jelaskan pupuk urea untuk padi!
c.    Pertanyaan untuk mengukur kemampuan untuk memecahkan masalah
Pertanyaan untuk mengukur kemampuan lebih mendalam dibanding pengertian atau pengetahuan penerapan prinsip-prinsip yang telah dikuasai, dapat menggunakan pengertian-pengertian sendiri. Contoh misalnya ada prinsip bahwa pemupukan urea jika tidak masuk dalam tanah, maka unsur N akan hilang, tidak terserap tanaman, dari prinsip ini, penerapannya pada saat melakukan pemupukan urea harus masuk dalam tanah agar efisien. Contoh penerapan prinsip-prinsip dalam situasi nyata jadi untuk memecahkan masalah harus menguasai: penguasaan pengetahuan,  penguasaan pengertian, pemecahan masalah.
Contoh rekomendasi pemupukan padi sawah:  urea 200 kg dan TSP 100 kg/ha. Jika petani A memiliki sawah 0,5 ha. Kemudian jika yang tersedia pupuk ZA dan SP-36 berapa yang diberikan untuk padi sawah untuk seluas 0,5 ha tersebut. Untuk dapat menghitung kebutuhan pupuknya, maka si A harus menguasai: kandungan  hara unsur Urea, TSP,
SP-36, kegunaan pupuk, akibat kelebihan pupuk, pemupukan berimbang, cara menghitung kebutuhan pupuk. Skala nilai atau ratingscale untuk mengukur ketrampilan, dimensi ketrampilan: kekuatan, kecepatan, ketepatan, keseimbangan, dan keharmonisan. Jadi untuk mengukur skala nilai atau rating scale untuk mengukur ketrampilan harus melakukan kegiatan sebagai berikut:
1)   menentukan dimensi dari ketrampilan yang akan diukur, terdiri dari 1 dimensi atau lebih
2)   menetapkan standar dari tiap dimensi yang telah ditentukan
3)    membuat kriteria dari tiap dimensi yang telah ditentukan berdasarkan standar yang telah ditetapkan.
a.         Skala sikap
Sikap (attitude) adalah kecenderungan untuk berbuat jika sudah berbuat menjadi perilaku (Behavior),  merupakan manifestasi dari perilaku.  Evaluasi terhadap sikap petaniapakah menerima inovasi atau menolaknya ini berhubungan dengan strategipenyuluhan pertanian. Alat ukur untuk mengukur sikap antara lain:
1)   Skala likert :
Skala Likert untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang atau sekelompok orang, tentang inovasi pertanian yang direkomendasikan. Inovasi pertanian yang akan dievaluasi dijabarkan menjadi unsur-unsur. Komponen-komponen yang dapat diukur, dan dijadikan titik tolak untuk menyusun instrumen.Instrumen berupa butir-butir pertanyaan yang akan dijawab oleh responden. Jawaban responden merupakan gradasi yang bergerak sangat positif sampai sangat negatif dapat berupa kata-kata antara lain: sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, sangat tidak setuju atau sering kali, sering, kadang-kadang, hampir tidak pernah,  tidak pernah atau sangat positif, positif, netral, negative, sangat negatif. Untuk analisis dapat diberi skor: 5 , 4 , 3, 2 ,1 (catatan: besarnya skor tergantung pernyataan atau pertanyaan apakah mendukung (favorable) atau tidak mendukung (unfavorable)).
      Contoh : Cecklist
No
Pertanyaan/
pernyataan
Jawaban responden
SS
S
R
TS
STS
5
4
3
2
1
1
Bagaimakah pendapat bapak tentang penggunaan urea Tablet
2
Urea tablet memudahkan pemupukan
3
Penggunaan urea tablet meningkatkan produksi
4
Penggunaan urea tablet menghemat tenaga kerja

Misal: Evaluasi terhadap100 responden dengan hasil jawaban  :
25 orang jawaban SS (sangat setuju)
40 orang jawaban S (setuju)
5 orang jawaban R(Ragu-ragu)
20 jawaban TS (Tidak setuju)
10 orang jawaban STS (sangat tidak setuju)
Maka jumlah skor:
25 x 5 = 125
40 x 4 = 160
5 x 3  = 15
20 x 2 = 40
10 x 1 = 10
Jumlah 350
Jumlah tertinggi = 100 x 5 = 500
Jumlah terendah = 100 x 1 = 100
Jadi tingkat persetujuan petani terhadap inovasi yang baru (misal urea tablet) adalah: 350/500 x 100% = 70 %
Atau dengan garis kontinum adalah
          !                  !                      !                   !          !          !               !
          0                100                200                300      350      400          500
         STS             TS                 R                    S                     SS
Jadi dari 100 responden, maka skor yang diperoleh 350, maka terletak di daerah setuju.Selanjutnya, apabila ingin mengetahui %  berdasarkan pada berapa responden makadiperoleh :
25 % menyatakan SS
40 % menyatakan S
5 % menyatakan R
20 % menyatakan TS
10 % menyatakan STS
2)        Skala Gutman
Skala gutman kelebihannya didapatkan jawaban responden secara tegas yaitu dapat berupa ya atau tidak, benar atau salah, dan positif atau negative
3)        Semantik diffferential
Skala tersusun dalam garis kontimum,dengan jawaban positif di sebalah kiri dan negatif di sebelah kanan, Contoh berikan nilai gaya kepeminpinan ketua kelompok tani anda.
bersahabat    :  5  4  3  2  1  : tidak bersahabat
tepat janji     :  5 4  3  2  1   : ingkar janji
sabar             :  5 4  3  2  1   : pemarah atau emosional
konsisten       :  5 4  3  2  1  : inkonsisten
 jujur              :  5 4  3  2  1 : tidak jujur
Skala  semantik defferential, untuk mengukur sikap atau karakter tertntu yang dimiliki seseorang terhadap obyek tertentu, responden dapat memberikan jawaban pada rentang positif atau negatif tergantung persepsi mereka terhadap hal yang dinilai.
4)   Skala Nilai/Rating scale
Data diperoleh kuatitatif,  responden langsung menjawab/memilih satu angka dari alternatif yang ada. Contoh: Setelah mengikuti pelatihan PHT, seberapa jauh pemahaman   responden tentang Prinsip-prinsip PHT.
No.
Prinsip PHT
Tingkat Pemahaman
Keterangan
1.
Budidaya tanaman sehat
1
2
3
4
4 :
bila sangat memahami
2.
Pelestarian musuh alami
1
2
3
4
3 :
bila memahami
3.
Pengamatan Ekosistem mg.an
1
2
3
4
2 :
bila cukup memahami
4.
Petani ahli PHT
1
2
3
4
1 :
bila kurang memahami
5.
Dan setrusnya....














b.        Skala Minat
Minat merupakan kecenderungan seseorang untuk menyukai sesuatu hal, dibandingkan dengan hal yang lain, misal: petani lebih berminat menanam padi IR 64 dibanding IR 36.Minat dapat diukur, karena minat dapat diekspresikan/dimanifestasikan, petani berminat menanam padi IR 64 , maka ia akan berusaha aktif mencari benih tersebut. Contoh skala minat : Berikan tanda X pada kegiatan penyuluhan pertanian yang anda sukai :
1)      Widyawisata
2)      Diskusi kelompok
3)      Demonstrasi
4)      Kursus/seminar
5)      Field day
Skala minat dapatberupa:
1)   Cheek list, yaitu dengan cara meminta mereka memilih hal/kegiatan yang mereka sukai
2)   Rangking/peringkat, yaitu meminta mereka menyusun rangking tentang kegiatan yang akan dievaluasi dari yang paling disukai sampai yang paling tidak disukai. Contoh tulis kegiatan penyuluhan pertanian  yang paling disukai sampai yang tidak disukai:
     Paling disukai:  1..........
                                      2.........
                                      3..........
                                      4..........
                                      5..........
            Paling tidak disukai:  6..........dstnya
3)   Ratio scale/Skala banding
Banding dari yang paling disukai sampai yang paling tidak disukai,  Contoh:      SS        : sangat disukai
     S          : disukai
     B          : Biasa saja
     TS        : Tidak disukai
     ST        : Sangat tidak disukai
No.
Materi penyuluhan
SS
S
B
TS
ST
1.
Serangan hama
2.
Serangga Musuh alami
3.
Tikus
4.
Gulma
5.
Ekosistem







c.    Free Response Tecnique (FRT)
FRT yaitu alat ukur untuk mendapatkan pendapat petani  (jawaban uraian/essay). Contoh: Dari semua materi yang telah anda pelajari dalam penyuluhan, materi mana yang yang anda sukai , jelaskan dan apa alasannya? FRT ini paling mudah dibuat, tapi paling sulit dibuat tabulasi. FRT biasa digunakan untuk mengukur tingkat adopsi. Contoh : Apakah saudara melakukan pemupukan berimbang pada tanaman padi saudara?
a) selalu   b) Kadang-kadang    c) Tidak pernah.
Responden yang selalu melakukan pemupukan berimbang pada tanaman padinya, menunjukan tingkat adopsi yang lebih tinggi (tentunya setelah dicek kebenarannya di lapangan).
5.    Menarik sampel(sampling) dan melakukan pengumpulan data
Merupakan langkah penting sehingga hindari sampling error, usahakan sample yang representative (mewakili). Ada beberapa macam cara menarik sampel, tergantung tujuan dan keadaan populasinya, tetapi yangperlu diperhatikan sample hendaknya benar-benar menggambarkan  atau mewakili populasi yang dievaluasi.
Sampel dalam evaluasi penyuluhan pertanian mengacu pada keterwakilan dari petani/kelompok tani yang merupakan sasaran penyuluhan. Tidak dapat dipastikan berapa jumlah sampelnya secara tepat, tetapi prinsipnya sampel tersebut mewakili populasi (reprensentatif) petani/kelompok tani yang menerima penyuluhan
6.    Melakukan analisis dan interpretasi data
Proses Ini merupakan langkah akhir yang menentukan. Pada tahap ini lakukan cleaning data dengan cara editing di lapangan, hapuskan data yang out lier, lakukan coding, pemberian kode untuk memudahkan pada saat memasukan data, lakukan tabulasi (tally,sheet, tabulasi sheet). Analisis/interpretasi data dapat dilakukan dengan cara :
a. presentase
b. deskriptif (mean, modus, median, rerata, Standart Deviasi)
c.  statistik inferensial
Analisa data initergantung tujuan evaluasi dan kesimpulan yang akan diambil  serta pertimbangan-pertimbangan yang akan dihasilkan. Dalam melakukan pengolahan data dapat memanfaatkan alat komputasi seperti  Program excel, Program SPSS, atau dihitun gsecara manual dengan kalkulator. Dalam interprestasi hasil evaluasi yang perlu dipahami adalah mengapa tujuan penyuluhan tidak tercapai, tidak sesuai target, faktor-faktor-faktor apa saja yang menghambat dan apa yang memperlancar, serta bagaimana solusinya/saran perbaikannya pada waktu yang akan datang. Hasil evaluasi ini bermanfaat unutk perbaikan program yang akan datang datang dan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan oleh pembuat kebijakan dibidang penyuluhan/pembangunan pertanian.
7.    Pelaporan
Pada prinsipnya, penulisan laporan evaluasi tidak berbeda dengan penulisan laporan penelitian pada umumnya, baik dalam sistimatika, pokok-pokok isi laporan yang disampaikan, hanya bahasa serta tata tulis yang digunakan lebih populer, mudah dipahami karena para pembaca laporan evaluasi lebih bervariasi dalam hal tingkat pendidikan dan pengalaman. Format/sistematika laporan evaluasi penyuluhan dalam prakteknya dapat diadaptasikan sesuai kebutuhan lembaga/di lapangan dan maksud/tujuan dari evaluasi itu sendiri, tetapi secara umum dapat dipaparkan sebagai berikut:
a.    Kata pengantar, daftar isi, pengesahan laporan
b.    Pendahuluan, yang memuat uraian yang singkat dan cukup jelas mengenai:
1)   Latar belakang atau alasan dilakukannya evaluasi, sasaran/obyek evaluasi
2)   Masalah dan tujuan evaluasi
3)   Kegunaan evaluasi.
c.    Landasan-landasan teori dan konsep-konsep yang digunakan di dalam pelaksanaan evaluasi.
d.   Indikator dan parameter, serta pengukurannya
e.    Rancangan evaluasi yang mencakup:
1)    Populasi dan sample, berikut penjelasan tenik penarikan sample
2)    Rincian data yang dikumpulkan
3)    Tenik pengumpulan data
4)    Instrumen evaluasi (biasa disampaikan dalam bentuk lampiran)
5)    Uji ketepatan dan ketelitian instrumen evaluasi
6)    Analisis data.
f.     Gambaran umum tentang pelaksanaan kegiatan penyuluhan yang dievaluasi
g.    Hasil-hasil evaluasi  dan Pembahasan : tampilan dalam bentuk grafik, gambar, tabel dsbnya. Bagian ini merupakan pemaparan dari hasil  temuan-temuan /fakta/data, dan diberikan penjelasan artinya dan pembahasan secukupnya
h.    Kesimpulan dan saran-saran/rekomendasi.
i.      Daftarpustaka
j.       Lampiran-lampiran.




                               III.          PENUTUP
  A.     Kesimpulan
Tolok ukur keberhasilan evaluasi dalam penyuluhan pertanian adalah:
1.    Penguasaan/pemahaman dalam setiap tahapan evaluasi dalam menentukan relevansi, efisiensi, efektivitas, dan dampak kegiatan-kegiatan program/kegiatan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai secara sistematik dan obyektif berdasarkan data/fakta  di lapangan, bukan opini/pendapat evaluator.
2.    Penguasaan proses penyusunan pelaporan, dan mengkomunikasikan hasil evaluasi  baik dalam hal sistimatika, pokok-pokok isi laporan yang disampaikan. Tata tulis yang digunakan lebih populer, mudah dipahami karena para pembaca laporan evaluasi lebih bervariasi dalam hal tingkat pendidikan dan pengalaman, sehingga setiap orang yang membacanya mudah memahami keseluruhan isi laporan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Langkah-langkah Evaluasi Program Penyuluhan

“ LANGKAH-LANGKAH EVALUASI PROGRAM PENYULUHAN PERTANIAN ” Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pe rencanaan dan Evaluasi Progra...