“LANGKAH-LANGKAH EVALUASI PROGRAM
PENYULUHAN PERTANIAN”
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Perencanaan
dan Evaluasi Program Penyuluhan Pertanian
Dosen Pengampu : Arip Wijianto, SP.,M.Si
Oleh :
Kelompok 4
Aslih Ricky Maulana (H0414006)
Eva Diah Lupitasari (H0414017)
Muhammad Hafidh A (H0414030)
Sri Noviyanti Wijaya (H0414042)
PROGRAM STUDI PENYULUH DAN KOMUNIKASI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2017
I.
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Evaluasi adalah suatu
proses untuk menentukan relevansi, efisiensi, efektivitas, dan dampak
kegiatan-kegiatan proyek/program sesuai dengan tujuan yang akan dicapai secara
sistematik dan obyektif. Evaluasi merupakan suatu kegiatan yang penting, namun
sering dikesampingkan dan konotasinya negatif, karena dianggap mencari
kesalahan, kegagalan dan kelemahan dari suatu kegiatan penyuluhan pertanian. Seorang
penyuluh pertanian untuk dapat
melakukan evaluasi dengan benar harus merencanakan atau menyusun instrumen dan
melaksanakan evaluasi serta dapat menyusun laporan hasil evaluasi sesuai dengan
metoda ilmiah, untuk itu, maka tahapan evaluasi yang dilakukan harus jelas,
sistematis dan mengikuti kaidah berfikir ilmiah.
Manfaat dari hasil evaluasi penyuluhan antara lain :
menentukan tingkat perubahan perilaku petani, untuk perbaikan program, sarana,
prosedur, pengorganisasian dan pelaksanaan penyuluhan pertanian dan untuk
penyempurnaan kebijakan penyuluhan pertanian. Pelaporan hasil kegiatan
penyuluhan pertanian sangat penting sebagaicpenyampaian informasi, sebagai
bahan pengambilan keputusan/kebijakan oleh pimpinan/penanggung jawab kegiatan,
pertanggungjawaban, pengawasan dan perbaikan perencanaan berikutnya. Untuk
mendapatkan hasil evaluasi yang dapat dipercaya perlu adanya prinsip-prinsip
sebagai landasan dalam pelaksanaan supervisi, monitoring, evaluasi dan
pelaporan penyuluhan pertanian yaitu berdasarkan fakta, bagian integral dari
proes penyuluhan, berhubungan dengan tujuan program penyuluhan, menggunakan
alat ukur yang sahih, dilakukan terhadap proses dan hasil penyuluhan serta
dilakukan terhadap kuantitatif maupun kualitatif.
Keberhasilan dalam
pelaksanaan penyuluhan tidak terlepas dari apa yang dinamakan evaluasi. Oleh
karena itu setiap penyuluhan wajib melakukan kegiatan evaluasi manakala setiap
kegiatan penyluhan selesai dilaksanakan. Sebenarnya evaluasi
harus dilihat dari segi manfaatnya sebagai upaya memperbaiki dan penyempurnaan
program atau kegiatan penyuluhan
pertanian sehingga lebih efektif, efisien dan dapat mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. Evaluasi penyuluhan pertanian dapat digunakan untuk memperbaiki
perencanaan kegiatan maupun program penyuluhan pertanian, kinerja penyuluhan, mempertanggungjawabkan kegiatan yang dilaksanakan, serta membandingkan antara
kegiatan yang dicapai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan evaluasi program penyuluhan pertanian?
2. Apa saja tujuan dan kegunaan evaluasi program penyuluhan pertanian?
3. Bagaimana
langkah-langkah evaluasi
program penyuluhan pertanian?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai
berikut :
1. Dapat mengetahui konsep evaluasi program penyuluhan pertanian
2. Dapat mengetahui tujuan
dan kegunaan evaluasi program penyuluhan pertanian.
3. Dapat mengetahui langkah-langkah melakukan evaluasi program
penyuluhan pertanian.
II.
PEMBAHASAN
A. Pengertian Evaluasi dan
jenis-jenis evalusai
Evaluasi
penyuluhan pertanian merupakan alat untuk
mengambil keputusan dan menyusun pertimbangan-pertimbangan.
Dari hasil evaluasi penyuluhan pertanian dapat diketahui : sejauhmana
perubahan perilaku petani, hambatan yang dihadapi petani, efektivitas
program penyuluhan pertanian serta seberapa jauh pemahaman masalah dan
penyempurnaan kegiatan. Jenis-jenis
evaluasi dalam penyuluhan pertanian :
1. Evaluasi Program Penyuluhan
Setiap
program kegiatan yang direncanakan seharusnya diakhiri dengan evaluasi dan
dimulai dengan hasil evaluasi kegiatan sebelumnya. Evaluasi yang dilakukan
dimaksudkan untuk melihat kembali apakahsuatu program atau kegiatan telah dapat
dilaksanakan sesuai dengan perencanaan dan tujuan yang diharapkan. Dari
kegiatan evaluasi tersebut akan diketahui hal-hal yang telah
dicapai, apakah suatu program dapat memenuhi kriteria yangtelah ditentukan.
Berdasarkan hasil evaluasi itu kemudian diambil keputusan, apakah suatu program
akan diteruskan, atau direvisi, atau bahkan diganti sama sekali. Hal ini
didasarkan pada pengertian evaluasi, yaitu suatu proses pengumpulan informasi
melalui pengumpulan data dengan menggunakan instrument tertentu untuk
mengambil suatu keputusan. Jadi, pada dasarnya evaluasi adalah suatu kegiatan yang
menguji atau menilai pelaksanaan suatu program.
Evaluasi
program biasanya dilakukan untuk kepentingan pengambilan keputusan
dalam rangka menentukan kebijakan selanjutnya. Melalui
evaluasi suatu program dapat dilakukan secara
sistematis, rinci dan menggunakan prosedur yang sudah diuji secara cermat, dengan metode tertentu
akan diperoleh data yang handal, dapat dipercaya sehingga penentuan kebijakan akan tepat, dengan
catatan apabila data yang digunakan
sebagai dasar pertimbangan tersebut benar, akurat dan lengkap. Adapun program itu
sendiri diartikan segala
sesuatu yang dilakukan dengan harapan akan mendapatkan hasil atau pengaruh. Jadi evaluasi
program merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan
sengaja untuk melihat tingkat keberhasilan program serta untuk melihat tercapai atau
tidaknya suatu program yang sudah berjalan diperlukan kegiatan evaluasi.
2.
Evaluasi Hasil Penyuluhan
Pertanian
Tujuan
penyuluhan pertanian adalah perubahan
perilaku petani (kognitif, afektif,dan psikomotor).
a. Kognitif : Kemampuan mengembangkan intelegensia
(pengetahuan, pengertian, penerapan, analisis, sintesis)
b. Afektif : Sikap, minat, nilai,
menanggapi, menilai/tata nilai dan menghayati
c. Psikomotor : kekuatan, kecepatan,
kecermatan, ketepatan, ketahanan dan keharmonisan
Jadi evaluasi hasil penyuluhan pertanian adalah mengevaluasi
sampai seberapa jauh tingkat pencapaian tujuan, berupa perubahan perilaku
petani dan keluarganya
3. EvaluasiMetode
Evaluasi
metode yaitu evaluasi semua kegiatan
penyuluhan pertanian yang dilakukan penyuluh pertanian dalam rangka mencapai perubahan
perilaku sasaran.
4. Evaluasi Sarana Prasarana
Sarana
dan prasarana adalah pendukung penyuluhan
pertanian, sangat penting dalam kegiatan penyuluhan pertanian, efektifitas penyuluhan
pertanian sebagian tergantung pada alat bantu penyuluh, perlengkapan,
peralatan, bahan-bahan sarana prasarana yang digunakan. Evaluasi
sarana-prasarana pada dasarnya mengevaluasi kesiapan perangkat sarana-prasarana yang
menunjang kegiatan penyuluhan.
5. Evaluasi
Pelaksanaan Penyuluhan
Pertanian dan Evaluasi Dampak Penyuluhan
Dalam
prakteknya pelaksanaan evaluasi penyuluhan
pertanian dapat merupakan kombinasi dari beberapa macam/caraevaluasi, hal ini
dimaksudkan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, lebih akurat, dan lebih
sahih dari pada evaluasi dengan
menggunakan cara tunggal.
Evaluasi
pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian merupakan
proses yang sistematis,
sebagai upaya penilaian atas suatu kegiatan oleh evaluator melalui pengumpulan dan
analisis informasi secara sistematik mengenai perencanaan, pelaksanaan, hasil
dan dampak kegiatan penyuluhan
pertanian. Hasil evaluasi ini untuk menilai relevansi, efektifitas/efisiensi
pencapaian/hasil suatu kegiatan, untuk selanjutnya digunakan sebagai
pertimbangan dalam pengambilan kebijakan pada perencanaan dan pengembangan kegiatan
selanjutnya.
Evaluasi
pelaksanaan atau evaluasi proses
(on going evaluation) ini dilaksanakan pada saat kegiatan sedang dilaksanakan. Fokus
utama evaluasi ini menyangkut proses pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan:
a. Tingkat efisiensi dan
efektifitas pelaksanaan
b. Kemungkinankeberhasilan
kegiatan sebagaimana yang direncanakan,
sejauhmana hasil yang diperoleh dapat memberi sumbangan
kepada tujuan pembangunan.
c. Tindakan korektif yang
diperlukan untuk memperbaiki efisiensi dan efektifitas pelaksanaan
d. Tindakan-tindakanlain
yang diperlukan sebagai pelengkap kegiatan yang telah direncanakan.
Hasil dari evaluasi
pelaksanaan kegiatan penyuluhan
biasanya digunakan untuk membantu pengambilan keputusan/penentu kebijakan dalam
mengatasi permasalahan, dan tindakan penyesuaian/perbaikan ata spelaksanaan kegiatan.
B. Alasan Utama Melakukan
Evaluasi
Evaluasi dapat didefinisikan sebagai penghakiman berdasarkan
informasi yang dikumpulkan. Ada dua alasan utama untuk melakukan evaluasi:
1. Untuk
mengetahui apakah kita berada pada jalur yang benar atau apakah kita perlu
menyesuaikan lagi dengan tujuan selama
pelaksanaan kegiatan.
2. Untuk
mengetahui apakah kita telah mencapai tujuan awal dan apakah hasilnya berdampak
pada masalah yang diidentifikasi sejak awal.
C. Tujuan dan Kegunaan
Evaluasi Program Penyuluhan Pertanian
1.
Tujuan
Evaluasi
Tujuan
dan manfaat adalah dua konsepsi yang berbeda yang dapat mengundang perdebatan
tentang pengertiannya ditinjau dari segi bahasa (language), istilah teknis
(technical or scientificconcept), dan tingkat analisis (levelof analysis). Berikut dijelaskan
beberapa aspek atau cakupan tujuan evaluasi
meliputi :
a.
Activity
objective
1) Mengumpulkan
data yang penting
untuk perencanaan program (keadaan umum daerah, sosial, teknis,ekonomis,
budaya, masalah, kebutuhan dan minat, sumber daya, faktor-faktor pendukung).
2) Mengetahui
sasaran/tujuan program/kegiatan telah tercapai.
3) Mengetahui perubahan-perubahan
yang telah terjadi sebagai akibat intervensi program/kegiatan penyuluhan
4) Mengetahui
strategi yang
paling efektif untuk pencapaian tujuan program
5) Mengidentifikasi
“strong dan
weak points” dalam perencanaan dan pelaksanaan program.
6) Mengetahui
kemajuan pelaksanaan
kegiatan
b. Tujuan
Managerial (managerial objective)
1) Memberikan
data /informasi sebagai dasar pertimbangan untuk pengambilan keputusan.
2) Memperbaiki perencanaan dan
pelaksanaan program
3) Berkomunikasi
dengan masyarakat
dan penyandang dana/stakeholder.
4) Menimbulkan
rasapersatuan dan motivasi untuk bekerja lebih baik.
c. Tujuan
Program (Program objective)
Menilai
efisiensi, efektifitas, dan manfaat dari program selain untuk memenuhi
beberapa tujuan tersebut di atas, alasan lain mengapa perlu dilakukan evaluasi
adalah karena mungkin:
1) Telah
terjadi perubahan
dalam sifat dari masalah
2) Telah
terjadi perubahan
struktur dan program dari lembaga-lembaga terkait
3) Telah
terjadi perubahan
kebutuhan, aspirasi, dan harapan dari masyarakat.
2.
Manfaat Evaluasi
Manfaat
melakukan evaluasi
adalah: menentukan tingkat perubahan perilaku petani setelah penyuluhan
dilaksanakan;
perbaikan program, sarana, prosedur, pengorganisasian petani dan pelaksanaan
penyuluhan pertanian; penyempurnaan
kebijakan penyuluhan pertanian.
3.
Kegunaan
Evaluasi
Ada beberapa
kegunaan evaluasi dilihat dari berbagai sudut pandang yaitu sebagai berikut:
a.
Kegunaan bagi
kegiatan penyuluhan itu sendiri, yakni:
1)
Untuk mengetahui
seberapa jauh kegiatan yang telah dicapai
2)
Untuk mencari bukti
apakah sekuruh kegiatan telah dilaksanakan seperti yang direncanakan.
3)
Untuk mengetahui
segala masalah yang muncul/dijumpai yang berkaitan dengan tujuan yang
diinginkan.
4)
Untuk mengukur
efektifitas dan efesiensi sistem kerja dan metoda-metoda penyuluhan yang telah
dilaksanakan.
5)
Untuk menarik
simpati aparat dan warga masyarakat bahwa program tersebut memang mendapat
perhatian yang sungguh-sungguh sehingga diharapkan mereka dapat berpartisipasi
dalam kegiatan penyuluhan berikutnya.
b.
Kegunaan bagi
aparat penyuluhan, yakni meliputi:
1)
Penyuluh merasa
diperhatikan dan tidak dilupakan, sehingga memberikan kepuasan psikologis yang
akan mendorong aktivitas penyuluhannya di masa mendatang.
2)
Melalui evaluasi,
seringkali juga digunakan untuk melakukan penilaian terhadap aktivitas atau mutu
kegiatan penyuluhan itu sendiri, sehingga berpengaruh dalam menentukan masa
depan bagi pengembangan karier penyuluh yang bersangkutan.
3)
Dengan adanya
evaluasi maka penyuluh akan selalu mawas diri dan berusaha agar kegiatannya
berjalan dengan baik sehingga membiasak diri untuk selalu rajin, tekun dan
bertanggung jawab.
c.
Kegunaan bagi
pelaksana evaluasi, yakni meliputi:
1)
Kebiasaan untuk
mengemukakan pendapat berdasarkan data atau fakta dan bukan didasarkan kepada
asumsi atau praduga semata.
2)
Kebiasaan bekerja
sistematis, sesuai dengan prosedur dan pedoman yang telah ditetapkan.
3)
Memperolah
peningkatan pengetahuan dan keterampilan. (Mardikanto.T, 1993)
D. Langkah-langkah
Evaluasi Program Penyuluhan Pertanian
Langkah-langkah
evaluasi penyuluhan yaitu
menetapkan obyek, menetapkan data atau informasi yang akan dikumpulkan, cara pengumpulannya,
alat/instrumen yang digunakan, cara
mengolah data/informasi serta melaporkan hasil-hasilnya. Langkah-langkah
evaluasi yang
dilakukan sebagai berikut:
1.
Memahami tujuan-tujuan
penyuluhan yang akan dievaluasi.
Unsur-unsurnya dalam tujuan penyuluhan
antara lain ialah sasaran
(S), perubahan perilaku yang
dikehendaki (P), materi
(M), kondisi/situasi (K)
Contoh:
petani dapat melakukan
pemupukan padi sawah sesuai
dosis yang tepat
S
P M K
2.
Menetapkan indikator-indikator
untuk mengukur kemajuan-kamajuan yang dicapai.
Indikator-indikatornya meliputi:
a. indikator
perubahan kognitif
1) penguasaan pengetahuan (knowledge)
2) Penguasaan pengertian (comprehension)
3) Kamampuan menerapkan (application)
4) Kamampuan analisis (analisis)
5) Kemampuan sintesis (synthesis)
b. Indikator
perubahan kemampuan afektif
1) menyadari
atau mau
memilih
2) Tanggap
atau mau
3) yakin
atau mau mengikuti
4) Menghayati atau selalu menerapkan
5) Menghayati atau selalu menerapkan.
c. Indikator perubahan psikomotor
1) kecepatan 2) kekuatan 3) Ketahanan
4) kecermatan 5) ketepatan 6) ketelitian
7) kerapihan 8) keseimbangan 9) keharmonisan
Contoh:
Tujuan penyuluhan pertanian yang berhubungan psikomotor. Petani dapat melakukan
pemupukan padi
sawahnya sesuai dengan rekomendasi, indikator untuk mengukur kemajuan yang
dicapai adalah kecepatan, ketepatan bukan mengenal
jenis-jenis pupuk (knowledge), menerangkan
kegunaan pupuk-pengertian (comprehension)
3.
Mambuat alat pengukur untuk
mengumpulkan data
Contoh Tujuan Penyuluhan pertanian:
“Petani dapat melakukan
pemupukan padisawahnya sesuai rekomendasi”
a. Indikator: kecepatan dan ketepatan
b. Standar: kecepatan 5 jam/ha dan
ketepatan 100 kg/ha
c. Kriteria: trampil 5jam/ha, pupuk
100 kg/ha; ketrampilan sedang > 5 kg/ha, pupuk
100 kg/ha atau 5 jam/ha, pupuk + 100
kg/ha; tidak trampil > 5 jam/ha, pupuk < 100 kg/ha
Alat pengukur yang dapat dipakai untuk
mengukur data :
a. pertanyaan-pertanyaan
untuk mengukur pengetahuan (daya mengingat)
b. pertanyaan-pertanyaan
untuk mengukur pengertian
c. pertanyaan-pertanyaan untuk mengukur kemampuan
memecahkan masalah
d. rating
scale untuk mengukur ketrampilan ataukegiatan-kegiatan praktek
e. skala
sikap
f. skala minat.
4.
Membuat
alat pengukur atau instrumen
evaluasi memenuhi persyaratan alat ukur
a. Kesahihan
(validity)
Sahih,
bila alat ukur yangdigunakan sesuai dengan obyek yang hendak diukur yaitu apakah alat ukur perubahan
perilaku sikap, pengetahuan dan ketrampilan.
Alat ukur harus sahih
untuk mengukur ’subyek materi” atau informasi yang disuluhkan.
b. Keterandalan
(reliability)
Kemampuan
alat ukur, dapat digunakan
orang lain dan memperoleh hasil yang sama dalam situasi dan kondisi apapun.
c. Obyektivitas
Alat ukur harus
obyektif kongkrit, jelas, hanya memiliki satu interpretasi untuk menganalisis.
d. Praktis
(practicability)
Mudah digunakan efektif
untuk bahan pengukuran dan bersifat efektif untuk menganalisis.
e. Sederhana
(simple)
Tidak terlalu
rumit/kompleks sehingga mudah di mengerti.
Alat pengukur evaluasi
penyuluhan pertanian dapat berupa:
a. Pertanyaan
untuk mengukur pengetahuan
Pertanyaan
untuk mengukur tahu atau tidak
tahu dan mengetahui atau tidak mengetahui dengan seperangkat pertanyaan yang cukup pendek,
Contoh: Sebutkan
jenis-jenis pupuk untuk padi!
b. Pertanyaan
untuk mengukur pengertian
Pengertian
lebih luas atau mendalam dari pengetahuan,
pengertian mengacu pada kemampuan intelektualitas seseorang.
Contoh: terangkan atau
jelaskan pupuk urea untuk padi!
c. Pertanyaan
untuk mengukur kemampuan untuk memecahkan masalah
Pertanyaan
untuk mengukur kemampuan lebih
mendalam dibanding pengertian atau pengetahuan penerapan prinsip-prinsip yang telah dikuasai,
dapat menggunakan pengertian-pengertian sendiri.
Contoh misalnya ada prinsip bahwa pemupukan
urea jika tidak masuk dalam tanah, maka unsur N akan hilang, tidak terserap
tanaman, dari prinsip ini,
penerapannya pada saat melakukan
pemupukan urea harus masuk dalam tanah agar efisien. Contoh penerapan prinsip-prinsip dalam
situasi nyata jadi untuk memecahkan masalah harus menguasai: penguasaan pengetahuan, penguasaan pengertian, pemecahan masalah.
Contoh rekomendasi pemupukan
padi sawah: urea 200 kg dan TSP 100
kg/ha. Jika petani A memiliki
sawah 0,5 ha. Kemudian
jika yang tersedia pupuk ZA dan SP-36 berapa yang diberikan untuk padi sawah untuk seluas 0,5
ha tersebut. Untuk
dapat menghitung kebutuhan pupuknya,
maka si A harus menguasai: kandungan hara unsur Urea, TSP,
SP-36, kegunaan pupuk, akibat kelebihan pupuk, pemupukan berimbang, cara menghitung
kebutuhan pupuk. Skala
nilai atau ratingscale untuk mengukur ketrampilan, dimensi ketrampilan: kekuatan, kecepatan, ketepatan, keseimbangan, dan keharmonisan. Jadi untuk mengukur
skala nilai atau rating
scale untuk mengukur ketrampilan harus melakukan kegiatan sebagai berikut:
1)
menentukan dimensi dari
ketrampilan yang akan diukur, terdiri
dari 1 dimensi atau lebih
2)
menetapkan standar dari
tiap dimensi yang telah ditentukan
3) membuat kriteria dari tiap dimensi yang
telah ditentukan berdasarkan standar yang telah ditetapkan.
a.
Skala
sikap
Sikap
(attitude) adalah kecenderungan untuk
berbuat jika
sudah berbuat menjadi perilaku (Behavior), merupakan manifestasi dari perilaku. Evaluasi terhadap sikap petaniapakah menerima
inovasi atau menolaknya ini berhubungan dengan strategipenyuluhan pertanian. Alat ukur untuk
mengukur sikap antara lain:
1) Skala
likert :
Skala Likert untuk mengukur sikap,
pendapat, persepsi seseorang
atau sekelompok orang, tentang inovasi pertanian yang direkomendasikan.
Inovasi pertanian yang akan dievaluasi dijabarkan menjadi unsur-unsur.
Komponen-komponen yang dapat diukur, dan dijadikan titik tolak untuk menyusun
instrumen.Instrumen berupa butir-butir pertanyaan yang akan dijawab oleh
responden. Jawaban
responden merupakan gradasi yang bergerak
sangat positif sampai sangat negatif dapat berupa kata-kata antara lain: sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, sangat tidak setuju atau sering kali, sering, kadang-kadang, hampir tidak pernah, tidak pernah atau sangat positif, positif, netral, negative, sangat negatif. Untuk analisis dapat
diberi skor: 5 , 4 , 3, 2 ,1 (catatan:
besarnya skor
tergantung pernyataan atau pertanyaan apakah mendukung (favorable) atau tidak mendukung
(unfavorable)).
Contoh : Cecklist
No
|
Pertanyaan/
pernyataan
|
Jawaban
responden
|
||||
SS
|
S
|
R
|
TS
|
STS
|
||
5
|
4
|
3
|
2
|
1
|
||
1
|
Bagaimakah pendapat bapak
tentang penggunaan urea Tablet
|
|||||
2
|
Urea tablet memudahkan
pemupukan
|
|||||
3
|
Penggunaan urea tablet
meningkatkan produksi
|
|||||
4
|
Penggunaan urea tablet
menghemat tenaga kerja
|
|||||
Misal: Evaluasi terhadap100
responden dengan hasil jawaban :
25 orang jawaban SS (sangat setuju)
40 orang jawaban S (setuju)
5 orang jawaban
R(Ragu-ragu)
20 jawaban TS (Tidak setuju)
10 orang jawaban STS (sangat tidak
setuju)
Maka jumlah skor:
25 x 5 = 125
40 x 4 = 160
5 x 3 = 15
20 x 2 = 40
10
x 1 = 10
Jumlah
350
Jumlah
tertinggi = 100 x 5 = 500
Jumlah
terendah = 100 x 1 = 100
Jadi
tingkat persetujuan petani terhadap inovasi yang baru (misal urea tablet)
adalah: 350/500 x 100% = 70 %
Atau
dengan garis kontinum adalah
! ! ! ! !
! !
0
100 200 300 350 400 500
STS
TS R S SS
Jadi dari 100
responden, maka skor yang diperoleh
350, maka terletak di daerah setuju.Selanjutnya, apabila ingin mengetahui % berdasarkan pada berapa responden
makadiperoleh :
25 % menyatakan SS
40 % menyatakan S
5 % menyatakan R
20 % menyatakan TS
10 % menyatakan STS
2)
Skala Gutman
Skala gutman
kelebihannya didapatkan jawaban responden secara tegas yaitu dapat berupa ya atau tidak, benar atau salah, dan positif atau negative
3)
Semantik diffferential
Skala
tersusun dalam garis kontimum,dengan jawaban positif di sebalah kiri dan
negatif di sebelah kanan, Contoh berikan
nilai gaya kepeminpinan ketua kelompok tani anda.
bersahabat : 5 4
3 2 1 :
tidak bersahabat
tepat janji : 5 4
3 2 1 : ingkar janji
sabar : 5 4
3 2 1 : pemarah atau emosional
konsisten : 5 4
3 2 1 : inkonsisten
jujur :
5 4 3 2 1 : tidak jujur
Skala semantik defferential, untuk mengukur sikap atau karakter tertntu
yang dimiliki seseorang terhadap obyek tertentu, responden dapat memberikan
jawaban pada rentang positif atau negatif tergantung persepsi mereka terhadap
hal yang dinilai.
4) Skala Nilai/Rating scale
Data diperoleh
kuatitatif, responden langsung menjawab/memilih satu
angka dari alternatif yang ada. Contoh:
Setelah mengikuti pelatihan PHT, seberapa jauh pemahaman responden tentang Prinsip-prinsip PHT.
No.
|
Prinsip PHT
|
Tingkat Pemahaman
|
Keterangan
|
||||
1.
|
Budidaya tanaman sehat
|
1
|
2
|
3
|
4
|
4 :
|
bila sangat memahami
|
2.
|
Pelestarian musuh alami
|
1
|
2
|
3
|
4
|
3 :
|
bila memahami
|
3.
|
Pengamatan Ekosistem mg.an
|
1
|
2
|
3
|
4
|
2 :
|
bila cukup memahami
|
4.
|
Petani ahli PHT
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1 :
|
bila kurang memahami
|
5.
|
Dan setrusnya....
|
||||||
b.
Skala
Minat
Minat
merupakan kecenderungan seseorang untuk
menyukai sesuatu hal, dibandingkan dengan hal yang lain, misal: petani lebih berminat menanam
padi IR 64 dibanding IR 36.Minat dapat diukur, karena minat dapat
diekspresikan/dimanifestasikan, petani berminat menanam padi IR 64 , maka ia
akan berusaha aktif mencari benih tersebut. Contoh skala minat : Berikan tanda X pada kegiatan
penyuluhan pertanian yang anda sukai :
1) Widyawisata
2) Diskusi
kelompok
3) Demonstrasi
4) Kursus/seminar
5) Field
day
Skala minat
dapatberupa:
1) Cheek
list, yaitu dengan cara meminta mereka memilih hal/kegiatan yang mereka sukai
2) Rangking/peringkat,
yaitu meminta mereka menyusun rangking
tentang kegiatan
yang akan dievaluasi dari yang paling disukai sampai yang paling tidak
disukai. Contoh
tulis kegiatan penyuluhan pertanian yang paling disukai sampai yang tidak disukai:
Paling
disukai: 1..........
2.........
3..........
4..........
5..........
Paling
tidak disukai: 6..........dstnya
3) Ratio
scale/Skala banding
Banding dari yang paling disukai sampai
yang paling tidak disukai, Contoh:
SS : sangat disukai
S
: disukai
B
: Biasa saja
TS
: Tidak disukai
ST : Sangat tidak disukai
No.
|
Materi penyuluhan
|
SS
|
S
|
B
|
TS
|
ST
|
1.
|
Serangan hama
|
|||||
2.
|
Serangga Musuh alami
|
|||||
3.
|
Tikus
|
|||||
4.
|
Gulma
|
|||||
5.
|
Ekosistem
|
c.
Free
Response Tecnique (FRT)
FRT
yaitu alat ukur untuk mendapatkan pendapat
petani (jawaban uraian/essay). Contoh: Dari semua
materi yang telah anda pelajari dalam penyuluhan, materi mana yang yang anda sukai ,
jelaskan dan apa alasannya? FRT
ini paling mudah dibuat, tapi paling sulit dibuat tabulasi. FRT biasa digunakan untuk mengukur tingkat adopsi. Contoh
: Apakah
saudara melakukan pemupukan berimbang
pada tanaman padi saudara?
a) selalu b) Kadang-kadang c) Tidak
pernah.
Responden yang selalu
melakukan pemupukan
berimbang pada tanaman padinya, menunjukan tingkat adopsi yang lebih tinggi (tentunya
setelah dicek kebenarannya di lapangan).
5.
Menarik
sampel(sampling) dan melakukan pengumpulan data
Merupakan langkah
penting sehingga hindari sampling error, usahakan sample
yang representative (mewakili). Ada
beberapa macam
cara menarik sampel, tergantung tujuan dan keadaan populasinya, tetapi
yangperlu diperhatikan sample hendaknya benar-benar menggambarkan atau mewakili populasi yang
dievaluasi.
Sampel
dalam evaluasi
penyuluhan pertanian mengacu pada keterwakilan dari petani/kelompok tani yang merupakan
sasaran penyuluhan. Tidak dapat dipastikan berapa jumlah sampelnya secara tepat,
tetapi prinsipnya sampel tersebut mewakili populasi (reprensentatif)
petani/kelompok tani yang
menerima penyuluhan
6.
Melakukan analisis dan
interpretasi data
Proses
Ini merupakan langkah akhir yang menentukan.
Pada tahap ini lakukan cleaning data dengan cara
editing di lapangan, hapuskan
data yang out lier,
lakukan coding, pemberian kode untuk memudahkan pada saat memasukan data, lakukan tabulasi
(tally,sheet, tabulasi sheet). Analisis/interpretasi
data dapat dilakukan dengan cara :
a. presentase
b. deskriptif (mean, modus, median,
rerata, Standart Deviasi)
c. statistik inferensial
Analisa
data initergantung tujuan evaluasi dan kesimpulan yang akan diambil serta pertimbangan-pertimbangan yang akan
dihasilkan. Dalam melakukan pengolahan
data dapat memanfaatkan alat komputasi seperti
Program excel, Program SPSS, atau dihitun gsecara manual dengan
kalkulator. Dalam
interprestasi hasil
evaluasi yang perlu dipahami adalah mengapa tujuan penyuluhan tidak tercapai, tidak sesuai
target, faktor-faktor-faktor apa saja yang menghambat dan apa yang
memperlancar, serta bagaimana solusinya/saran perbaikannya pada waktu yang akan datang.
Hasil evaluasi ini bermanfaat unutk perbaikan program yang akan datang datang
dan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan oleh pembuat kebijakan
dibidang penyuluhan/pembangunan pertanian.
7.
Pelaporan
Pada
prinsipnya, penulisan laporan evaluasi
tidak berbeda dengan penulisan laporan penelitian pada umumnya, baik dalam sistimatika,
pokok-pokok isi laporan yang disampaikan, hanya bahasa serta tata tulis yang
digunakan lebih populer, mudah dipahami karena para pembaca laporan evaluasi lebih
bervariasi dalam hal tingkat pendidikan dan pengalaman. Format/sistematika laporan evaluasi penyuluhan dalam
prakteknya dapat
diadaptasikan sesuai kebutuhan lembaga/di lapangan dan maksud/tujuan dari evaluasi itu sendiri,
tetapi secara umum dapat dipaparkan sebagai berikut:
a. Kata pengantar, daftar isi,
pengesahan laporan
b. Pendahuluan, yang memuat uraian yang
singkat dan cukup jelas mengenai:
1)
Latar belakang atau
alasan dilakukannya evaluasi, sasaran/obyek
evaluasi
2)
Masalah dan tujuan
evaluasi
3)
Kegunaan evaluasi.
c. Landasan-landasan teori dan konsep-konsep
yang digunakan di dalam pelaksanaan evaluasi.
d. Indikator dan parameter, serta
pengukurannya
e. Rancangan evaluasi yang mencakup:
1) Populasi
dan sample, berikut penjelasan tenik penarikan sample
2) Rincian
data yang dikumpulkan
3) Tenik
pengumpulan data
4) Instrumen
evaluasi (biasa disampaikan dalam bentuk lampiran)
5) Uji
ketepatan dan ketelitian instrumen evaluasi
6) Analisis
data.
f. Gambaran umum tentang
pelaksanaan kegiatan penyuluhan yang dievaluasi
g. Hasil-hasil evaluasi dan Pembahasan : tampilan dalam bentuk grafik, gambar,
tabel dsbnya. Bagian ini merupakan pemaparan dari hasil temuan-temuan /fakta/data, dan diberikan penjelasan
artinya dan pembahasan secukupnya
h. Kesimpulan dan saran-saran/rekomendasi.
i. Daftarpustaka
j. Lampiran-lampiran.
III.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Tolok
ukur keberhasilan evaluasi dalam penyuluhan pertanian
adalah:
1. Penguasaan/pemahaman
dalam setiap tahapan evaluasi dalam menentukan relevansi, efisiensi,
efektivitas, dan dampak kegiatan-kegiatan
program/kegiatan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai secara sistematik dan
obyektif berdasarkan data/fakta di lapangan, bukan opini/pendapat
evaluator.
2. Penguasaan
proses penyusunan pelaporan, dan mengkomunikasikan hasil
evaluasi baik dalam hal sistimatika, pokok-pokok isi laporan yang
disampaikan. Tata tulis yang digunakan lebih populer, mudah dipahami karena
para pembaca laporan evaluasi lebih bervariasi dalam hal tingkat pendidikan dan
pengalaman, sehingga setiap orang yang membacanya mudah memahami keseluruhan
isi laporan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar