Makalah Metode dan Teknik Penyuluhan
“Penggolongan dan Dasar Pertimbangan
Pemilihan Metode dan Teknik Penyuluhan”
Disusun Oleh :
1.
Canggih
Rizki Nugroho (H0414012)
2.
Iin
Mutea Indriyani (H0414022)
3.
Mutiah
Vianingrum (H0414032)
4.
Sri
Noviyanti Wijaya (H0414042)
PROGRAM STUDI PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2016
I. PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Dalam UU No. 16 Tahun 2006 tentang
Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, ditegaskan bahwa
penyuluhan yang merupakan bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan
memajukan kesejahteraan umum, merupakan hak asasi bagi warga negara Republik
Indonesia. Saat ini yang terjadi adalah rendahnya produktivitas pertanian. Salah
satu penyebabnya antara lain karena tingkat pendidikannya rendah, sehingga
untuk meningkatkan kualitasnya diperlukan pendidikan yang cocok bagi para
petani bukan melalui jalur pendidikan formal di sekolah, tetapi melalui jalur
pendidikan non formal yang bersifat kemitraan, pemecahan masalah dikelompok,
keputusan bersama dengan anggota kelompok, belajar lewat pengalaman, melakukan,
mengalami, dan menemukan sendiri, teori dan praktek di lapangan. Penyuluhan
sangat diperlukan guna membantu dan mendampingi petani dalam memecahkan
permasalahan yang dihadapinya.
Dikarenakan
kemampuan seseorang untuk mempelajari sesuatu berbeda-beda, demikian juga tahap
perkembangan mental, keadaan lingkungan dan kesempatannya berbeda-beda,
sehingga perlu ditetapkan suatu metode dan teknik penyuluhan pertanian yang
berdaya guna dan berhasil guna. Tahap perkembangan mental seseorang dapat
digolongkan dalam tahap penumbuhan pertanian, tahap penumbuhan minat, tahap
menilai, tahap mencoba dan tahap menerapkan.Sehingga kita perlu memahami metode
dan teknik yang cocok dalam penyuluhan, oleh karena itu ditulislah makalah ini.
B.
Rumusan
Masalah
Masalah yang akan dikaji
dalam makalah Metode dan Teknik Penyuluhan ini antara lain :
1. Apa pengertian
umum dari metode dan teknik penyuluhan?
2. Bagaimanakah
penggolongan metode dan teknik penyuluhan?
3. Apakah dasar
pertimbangan dalam pemilihan metode dan teknik penyuluhan?
C.
Tujuan
Tujuan penulisan makalah Metode dan Teknik Penyuluhan ini antara
lain adalah :
1. Dapat
menjelaskan pengertian metode dan teknik penyuluhan serta dapat membedakannya
2. Dapat
menjelaskan penggolongan metode dan teknik penyuluhan
3. Dapat
menjelaskan dasar pertimbangan pemilihan metode dan teknik penyuluhan.
II. PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Metode Penyuluhan Pertanian
Metode penyuluhan pertanian
adalah cara penyampaian materi (isi pesan) penyuluhan pertanian oleh penyuluh
pertanian kepada petani beserta anggota keluarganya baik secara langsung maupun
tidak langsung agar mereka tahu, mau dan mampu menggunakan inovasi baru.
Umumnya pesan terdiri dari sejumlah simbol dan isi pesan inilah yang memperoleh
perlakuan.Bentuk perlakuan tersebut memilih, menata, menyederhanakan,
menyajikan, dll. Di lain pihak simbol dapat diartikan kode-kode yang digunakan
pada pesan. Simbol yang mudah diamati
dan paling banyak digunakan yaitu bahasa.
B.
Penggolongan
Metode PenyuluhanPertanian
Untuk mempermudah
mempelajari jenis-jenis metode penyuluhan pertanian, dilakukan penggolongan antara
lain:
1.
Penggolongan
Berdasarkan Teknik Komunikasi
Berdasarkan teknik
komunikasi, metode penyuluhan pertanian digolongkan menjadi: 1) komunikasi
langsung (direct communication/face to face communication), contohnya: obrolan
di sawah, obrolan di balai desa, obrolan di rumah, kursus tani, demonstrasi
karyawisata, dan pameran, dan 2) komunikasi tidak langsung (indirect
communication), contohnya publikasi dalam bentuk cetakan, poster, siaran
radio/TV, dan pertunjukan film. Jadi, dalam kegiatan komunikasi tidak langsung,
pesan disampaikan melalui perantara (medium atau media).
a.
Metode penyuluhan
langsung
Dalam hal ini para
penyuluh langsung berhadapan atau bertatap muka dengan sasaran. Termasuk di
sini antara lain: kunjungan rumah, pertemuan diskusi (FGD), pertemuan di balai
desa, pertemuan di Posyandu, anjangsana, kontak personal, demonstrasi,
dll.Penyuluhan dengan metode ceramah dapat meningkatkan pengetahuan. Hal ini
sependapat dengan pendekatan Harahap (2010) bahwa dengan pendekatan edukasional
dapat merubah perilaku seseorang termasuk pengetahuan, dimana intervensi yang
diberikan merupakan proses pendidikan untuk merubah perilaku.
b.
Metode yang tidak
langsung.
Dalam hal ini para
penyuluh tidak langsung berhadapan secara tatap muka dengan sasaran, tetapi ia
menyampaikan pesannya dengan perantara (media). Umpamanya publikasi dalam
bentuk media cetak, melalui pertunjukan film, dsb
2.
Penggolongan
Berdasarkan Jumlah Sasaran yang Dicapai
Berdasarkan jumlah
sasaran yang dicapai, metode penyuluhan pertanian digolongkan menjadi 1)
pendekatan perorangan, contohnya: kunjungan rumah, kunjungan usaha tani,
surat-menyurat, dan hubungan telepon; 2) pendekatan kelompok, contohnya:
diskusi kelompok, demonstrasi (cara atau hasil), karyawisata, temu lapang, temu
usaha, dan kursus tani; 3) pendekatan massal, contohnya: pameran, pemutaran
film, siaran pedesaan/TV, pemasangan poster, pemasangan spanduk, dan penyebaran
bahan bacaan (folder, leaflet, liptan, brosur).
a. Pendekatan
Perorangan
Dalam hal ini para penyuluh
berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan sasaran secara
perorangan, antara lain: kunjungan rumah, hubungan telepon, dan lain-lain.Metode
berdasarkan pendekatan perorangan ini dalam kegiatan penyuluhan pada petani
sawah dilaksanakan dengan menggunakan metode penyuluhan sistem latihan dan
kunjungan, atau sering disebut dengan sistem LAKU.Metode kunjungan ke rumah
langsung datang ke rumah petani tersebut dan menanyakan masalah apa yang
dihadapi oleh petani dilokasi. Tidak semua permasalahan bisa terselesaikan di
lokasi, kadang-kadang ada permasalahan yang tidak boleh diketahui oleh
umum.Metode LAKU pada pendekatan perorangan ini dilaksanakan sekali dua minggu
atau dua kali dalam sebulan.
b. Pendekatan
Kelompok
Dalam pendekatan ini
petugas promosi berhubungan dengan sekolompok sasaran. Beberapa metode
penyuluhan yang masuk dalam ketegori ini antara lain: Pertemuan, Demostrasi,
Diskusi kelompok, Pertemuan FGD, dan lain-lain. Metode ini efektif dibandingkan
dari metode lainnya karena petani dibimbing dan diarahkan secara berkelompok
untuk melakukan sesuatu kegiatan yang lebih produktivitas atas dasar kerja
sama. Metode kelompok pada umumnya berdaya guna dan berhasil guna tinggi, namun
keberadaan kelompok di pedesaan cukup baik dan terorganisir dengan baik dan
menjadi kendala bagi penyuluh. Metode
dengan pendekatan kelompok lebih menguntungkan karena memungkinkan adanya umpan
balik dan interaksi kelompok yang memberi kesempatan bertukar pengalaman maupun
pengaruh terhadap anggotanya serta dapat turut memecahkan masalah.
Pada metode ini
pengoraganisasian dalam kegiatan penyuluhan diarahkan pada upaya mempercepat
pemerataan teknologi pada tiap tingkat sasaran binaan. Disamping itu adanya
pengorganisasian akan mempermudah koordinasi, memperlancar arus informasi
sekaligus menjalin kerja sama antar penyuluh di lapangan. Adanya
pengorganiasian penyuluhan juga akan mempermudah korp penyuluh dalam
menjalankan tugas dan kewajibannya sekaligus dalam melakukan evaluasi atas
kegiatan yang sedang dan telah dilaksanakan. Hal ini bertujuan agar kegiatan
yang dilaksanakan penyuluh dapat dilakukan secara berkesinambungan supaya bisa
meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap petani dan sekaligus untuk
memecahkan masalah yang dihadapi dalam tugasnya di lapangan.
c. Pendekatan
Masal
Petugas Penyuluh Pertanian menyampaikan
pesannya secara sekaligus kepada sasaran yang jumlahnya banyak. Beberapa metode
yang masuk dalam golongan ini adalah: Pertemuan umum, pertunjukan kesenian,
Penyebaran tulisan/poster/media cetak lainnya, Pemutaran film, dll. Metode
pendekatan massal ini memakan waktu lebih banyak, biaya lebih besar, namun
metode ini langsung dapat dirasakan oleh khalayak sasaran. Ditinjau dari efisiensinya
penyampaian pesan atau informasi melalui media penyiaran radio ini memang
sangat tepat karena dapat menjangkau seluruh wilayah
3.
Penggolongan
Berdasarkan Indera Penerima
Adapun penggolongan
metode berdasarkan indera penerima dibagi menjadi tiga golongan yaitu:
a. Metode
yang dilaksanakan dengan
jalan memperhatikan. Pesan yang diterima melalui indra penglihatan. Misalnya
penempelan poster, pemutaran film dan pemutaran slide.
b. Metode
yang disampaikan melalui indra pendengaran. Misalnya siaran pertanian melalui
radio dan hubungan telephone serata alat-alat audiotif lainnya.
c. Metode
yang disampaikan, diterima oleh sasaran melalui beberapa macam indra secara
kombinasi. Misalnya:
1. Demonstrasi
hasil (dilihat, didengar, dan diraba)
2. Demonstrasi
cara (dilihat, didengar, dan diraba)
3. Siaran
melalui televisi (didengar dan dilihat)
C.
Pemilihan
Metode Penyuluhan Pertanian
Kemampuan seseorang
dalam mempelajari sesuatu berbeda-beda. Demikian pula tahap
perkembangan mentalnya, keadaan lingkungan dan kesempatannya juga berbeda-beda. Oleh karena itu, perlu
dipilih metode penyuluhan pertanian yang berdaya guna dan berhasil guna. Dengan
demikian tujuan pemilihan metode penyuluhan adalah: 1) agar penyuluh pertanian
dapat menetapkan suatu metode atau kombinasi beberapa metode yang tepat dan
berhasil guna,
2) agar kegiatan penyuluhan pertanian yang dilaksanakan untuk menimbulkan
perubahan yang dikehendaki yaitu perubahan perilaku petani dan anggota
keluarganya dapat berdayaguna dan berhasil guna.
D.
Teknik
Penyuluhan
Pengertian tentang
teknik penyuluhan harus dikuasai oleh setiap petugas penyuluhan dalam setiap
kegiatannya, agar penyampaian
materi penyuluhan dapat efektif dalam menjangkau sasaran khalayak. Istilah teknik berasal
dari bahasa Yunani “technikos” yang berarti keprigelan atau keterampilan. Keberhasilan dalam
suatu aktifitas penyuluhan sangat tergantung kepada teknik penyuluhan yang
digunakan oleh komunikator. Teknik
penyuluhan pada intinya adalah penguasaan terhadap teknik-teknik komunikasi di
dalam menyampaikan dan menyajikan pernyataan-pernyataan penyuluhan. Teknik komunikasi yang
bisa dilakukan pada umumnya ada tiga yaitu:
1. Komunikasi informatif
Proses penyampaian
pesan yang sifatnnya “memberi tahu” atau memberikan penjelasan kepada
orang lain. Komunikasi ini dapat dilakukan secara lisan maupun tertulis,
misalnya melalui papan pengumuman, pertemuan-pertemuan kelompok dan juga media
massa. Karena
sifatnya yang informatif, maka arus penyuluhan yang terjadi adalah searah (one way communication). Oleh karena itu
penggunaan teknik komunikasi informatif dalam kegiatan penyuluhan biasanya
harus bertujuan ingin menyampaikan sesuatu seperti keterangan-keterangan
tertentu yang dianggap penting diketahui oleh khalayak atau masyarakat luas.
Misalnya dalam hal ini seperti pemandu wisata memberikan keterangan tentang
sejarah sebuah candi tua, seorang ahli purbakala memberikan keterangan tentang
benda-benda purbakala kepada sejumlah orang peminatnya, seorang petugas penyuluhan
memberikan keterangan tentang tata cara pembayaran PBB kepada wajib pajak dan
sebagainya.
Pendek kata dalam
komunikasi ini, pihak komunikan dapat merasa “puas” karena bertambahnya
pengetahuan. Teknik
komunikasi semacam ini pada umumnya hanya ingin menyentuh ranah kognisi dari
khalayak. Jadi, jika seseorang mengatakan sesuatu kepada orang lain dan orang
itu mengerti dan karenanya menjadi tahu, maka komunikasi terjadi. Sampai disitu
komunikasi hanya bertaraf informatif. Lain misalnya jika apa yang dikatakan
oleh orang tersebut bukan hanya sekedar memberi tahu, tetapi mengandung tujuan
agar orang yang dihadapinya itu melakukan sesuatu kegiatan atau tindakan, maka
tarafnya menjadi persuasif, komunikasi yang mengandung persuasi.
2. Teknik
Komunikasi Persuasi
Istilah
“persuasi” atau dalam bahasa inggris “persuation” berasal dari kata latin
persuasio, yang secara harfiah berarti hal membujuk, hal mengajak atau
meyakinkan, sehingga dapat diartikan suatu proses komunikasi antarpersonal
dimana komunikator berupaya dengan menggunakan lambang-lambang untuk
mempengaruhi kognisi penerima, jadi secara sengaja mengubah sikap atau kegiatan
seperti yang
diinginkan komunikator.Tindakan persuasi dapat dipandang sebagai sebagai sebuah
cara belajar, karena ingin mengubah beberapa prilaku khalayak dengan
memanfaatkan faktor-faktor internal psikologis khalayak. Teori belajar persuasi
sejajar dengan model Stimulus Respons (S-R) yang memandang manusia sebagai
suatu entitas pasif dari model SOR (Stimulus – Organisme – Respon) yang
memandang belajar persuasif sebagai suatu gabungan perolehan pesan yang
diterima indivudu dan mengatasi berbagai kekuatan-kekuatan dalam individu yang
bertindak berdasarkan pesan-pesan tersebut agar menghasilkan akibat-akibat
persuasif.
Komunikasi
persuasif ini dilakukan dengan secara langsung atau tatap muka, karena
komunikator mengharapkan tanggapan/respon khusus dari komunikan. Adapun contoh
untuk ini sorang penyuluh dalam kegiatan penyuluhan, katakanlah misalnya
penyuluhan tentang manfaat kegunaan bibit unggul tertentu kepada petani,
penyuluh tersebut menggunakan cara-cara pendekatan dengan mendatangkan seorang
“petani sukses” untuk menceritakan pengalamannya dalam menggunakan bibit unggul
yang akan diperkenlkannya itu. Kehadiran “petani sukses” itu digunakan sebagai
stimulus (S) agar menumbuhkan respon (R) komunikannya yaitu yang mengikuti
jejeak keberhasilan dari petani sukses tersebut.
Menurut
proses persusif itu pesan-pesan komunikasi akan efektif dalam persuasi apabila
memiliki kemampuan mengubah secara psikologis minat atau perhatian individu
dengan cara sedemikian rupa, sehingga individu akan menanggapi pesan-pesan
komunikasi sesuai dengan kehendak komunikator. Dengan perkataan lain, kunci
keberhasilan persuasi terletak pada kemampuan mengubah struktur psikologis
internal individu sehingga hubungan psikomotorik antara proses internal yang
laten (motivasi, sikap dan lain-lain) dengan prilaku yang diwujudkan sesuai
dengan kehendak komunikator. Seperti dalam contoh di atas, bahwa mendatangkan
“petani sukses” merupakan tindakan terbuka dengan cara menumbuhkan keyakinan
seseorang (khalayak) terhadap penggunaan bibit unggul tertentu yagn
dimanfaatkan oleh petani tersebut (proses psikologis).
3. Teknik
Komunikasi Coersive (Koersif)
Komunikasi koersif
adalah proses penyampai pesan dari seseorang kepada orang lain dengan cara yang
mengandung paksaan agar melakukan suatu tindakan atau kegiatan tertentu. Jadi
teknik komunikasi ini mengandung sanksi yang apabila tidak dilaksanakan oleh
sipenerima pesan, maka ia akan menanggung akibatnya. Komunikasi ini dapat
dilakukan dalam bentuk putusan-putusan, instrusi dan lain-lain yang sifatnya
imperatif yang artinya mengandung keharusan dan kewajiban untuk ditaati dan
dilaksanakan.
Metode
dan teknik penyuluhan merupakan cara dan prosedur yang dilakukan penyuluh dalam
menyampaikan pesan kepada sasaran agar terjadi perubahan perilaku sesuai tujuan
yang ingin dicapai. Tujuan pemilihan metode dan teknik penyuluhan pertanian
untuk mendorong terjadinya efek/perubahan perilaku yang sebanyak-banyaknya dari
sasaran, untuk meningkatkan komunikasi dan mengurangi gangguan komunikasi,
untuk meningkatkan daya anut sasaran serta untuk mendorong munculnya sifat
keterbukaan dan kemandirian sasaran penyuluh.Untuk dapat memilih serta
menggunakan metode dan teknik penyuluhan dengan baik, seorang penyuluh perlu
memahami filsafat pendidikan teori belajar atau pembelajaran dan strategi
pembelajaran.
E.
Dasar-Dasar Pertimbangan Pemilihan Metode dan
Teknik Penyuluhan
Dengan beragamnya metode penyuluhan, maka seorang
penyuluh
harus mampu memilih
metode yang tepat, sesuai dengan tujuan perubahan perilaku yang diinginkan,
kemampuan sasaran penyuluhan, materi yang akan
disampaikan,
situasi belajar (sosial dan fisik) serta sarana dan fasilitas yang
tersedia. Sehingga kegiatan penyuluhan menjadi efektif dan efisien,
dimana pada umumnya apabila :
1. Semakin sedikit jumlah sasaran dalam
suatu kegiatan penyuluhan, maka semakin efektif penyampaian pesan.
2. Semakin banyak sasaran dalam suatu
kegiatan penyuluhan maka semakin efisien kegiatan dilihat dari segi biaya dan
waktu yang digunakan.
3. Semakin banyak indera yang digunakan
oleh sasaran untuk menangkap pesan dalam suatu kegiatan penyuluhan/belajar,
semakin efektif pesan yang dapat diserap.
Pertimbangan
yang digunakan dapat digolongkan menjadi empat yaitu sasaran, sumberdaya,
keadaan daerah, dan kebijaksanaan pemerintah.
1. Sasaran
Sebelum
menentukan metode yang akan dipilih, penyuluh mengetahui dahulu sasaran yang
akan disuluh dengan melihat tingkat pengetahuan, keterampilan, sosial dan
budaya daerah agar kegiatan penyuluhan dapat berjalan denagn lancer sehingga
terjadinya perubahan perilaku dan adopsi inovasi pada khalayak sasaran.Yang harus diperhatikan penyuluh
dari segi sasaran antara lain:
a. Tingkat pengetahuan, ketrampilan dan
sikap sasaran
Tahap penerapan dari petani di suatu daerah bermacam-macam,
demikian juga kecepatan, keterampilan dan sikap yang telah mereka
miliki.Penyuluh harus mengetahui dalam tahap mana sebagian besar dari sasaran
itu berada. Setelah itu harus menghubungkannya dengan tujuan yang akan dicapai.
Hal ini penting untuk dapat menentukan metode mana yang paling tepat.
b. Budaya sasaran
Penyuluh harus mengetahui adat kebiasaan sasaran,
norma-norma yang berlaku dan status kepemimpinan yang ada.Hal ini penting bukan
saja dalam pemilihan metode penyuluhan tetapi juga dalam menentukan
teknik-teknik penyuluhannya. Contoh: ada suatu daerah yang melarang melakukan
pemutaran film pada malam Jumat.
c. Jumlah Sasaran
Banyaknya sasaran yang hendak dicapai oleh seorang penyuluh
pada suatu waktu tertentu akan menentukan metode penyuluhan pertanian yang akan
dicapai.
2. Sumberdaya
Penyuluhan
Sumber daya manusia
merupakan faktor penting dalam penentuan metode penyuluhan. Sumber daya ini
erat kaitannya dengan kemampuan dan pengalaman seorang penyuluh dalam penyampaian
pesan-pesan penyuluhan yang akan disuluhkan kepada khalayak sasaran mereka yang perlu dipertimbangkan dalam hal
ini antara lain:
a. Kemampuan penyuluh
Pengalaman dan kemampuan penyuluh yang meliputi penguasaan
ilmu dan keterampilan serta sikap yang dimilikinya perlu dipertimbangkan dalam
memilih metode dan teknik penyuluhan yang digunakan.
b. Materi penyuluhan
Dalam menerapkan suatu metode penyuluhan perlu diperhatikan
materi yang akan disampaikan. Untuk yang bersifat teknis biasanya dipilih
metode yang memungkinkan adanya praktek di lapangan dan untuk materi yang
bersifat non teknis, misalnya agar petani mau berkelompok dan mau memasarkan
hasil usahanya, biasanya dipilih metode diskusi kelompok.
c. Sarana dan biaya penyuluhan
Keadaan peralatan alat-alat bantu pengajaran yang dipunyai,
fasilitas yang ada serta biaya yang tersedia akan menentukan dalam pemilihan
metode penyuluhan.
3. Keadaan
Daerah
Keadaan lokasi
merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk di ketahui sebelum
penyuluh melakukan kegiatan penyuluhan.Keadaan lokasi ini erat kaitannya dengan
musim, topografi wilayah, sistem pengairan, jenis tanah dan keadaan usaha tani
suatu daerah.Karena tentunya tiap-tiap daerah memiliki keadaan lokasi yang
berbeda-beda.Dalam
pemilihan metode penyuluhan para penyuluh perlu mempertimbangkan kondisi daerah
pelaksanaan penyuluhan, antara lain:
a. Musim
Pada musim kemarau tiap daerah berbeda-beda keadannya, ada
yang panas sekali, ada yang tidak terlalu panas, ada daerah yang tidak bisa
ditanami apa–apa, sebaliknya ada juga daerah yang justru pada musim kemarau
akan lebih menguntungkan jika digunakan sebagai tempat usaha tani. Apabila pada
suatu keadaan tertentu tidak memungkinkan untuk dilaksanakannya suatu proses
produksi maka tentu tidak akan diadakan penyuluhan di tempat usaha tani seperti
demonstrasi, sehingga dalam hal ini akan lebih memungkinkan untuk diadakan
pertemuan di rumah petani.
b. Keadaan Usaha Tani
Musim sangat erat hubungannya dengan kedaan usaha tani, maka
keadaan usaha tani suatu daerah turut mempengaruhi pemilihan metode penyuluhan.
Misalnya untuk mengintensifkan ternak unggas disuatu daerah maka dipilih metode
demonstrasi, sedangkan untuk tujuan introduksi diterapkan metode karya wisata
ke tempat lain.
c. Keadaan Lapangan
Keadaan lapangan seperti topografi, jenis tanah, sistem
pengairan serta sarana perlu juga dipertimbangkan. Contoh: untuk perkampungan
yang letaknya terpisah-pisah maka kegiatan penyuluhannya akan lebih efektif
dilakukan di tempat tinggal petani atau di lahan usaha taninya.
4. Kebijaksanaan
Pemerintah
Kebijaksanaan pemerintah yang
berasal dari pusat atau daerah kadang-kadang menentukan dalam pemilihan metode
penyuluhan. Pendekatan intensifikasi secara massal dan crash program
memerlukan waktu yanmg relatif cepat daripada pendekatan perorangan yang pada
dasarnya akan membutuhkan waktu relatif lebih lama.
F.
Langkah-Langkah Pemilihan
1. Menghimpun
dan Menganalisa data
a. Sasaran
1) Golongan umur, jenis kelamin,
tingkat pendidikan, jumlah masing-masing golongan dan keseluruhan.
2) Adat kebiasaan, norma-norma dan pola
kepemimpinan.
3) Bentuk-bentuk usaha tani sasaran.
4) Kesediaan mereka sebagai
demonstrator dan jumlah petani maju.
b. Penyuluh dan kelengkapannya
1) Kemampuan penyuluh, jumlah penyuluh,
pengetahuan dan keterampilan penyuluh.
2) Materi penyuluhan/pesan.
3) Sarana dan prasarana penyuluhan.
4) Biaya yang ada.
c. Keadaan daerah dan kebijaksanaan
pemerintah
1) Musim/iklim.
2) Keadaan lapangan (topografi), jenis
tanah, sistem pengairan dan pertanaman
3) Perhubungan jalan, listrik dan
telepon
4) Kebijaksanaan pemerintah pusat,
daerah dan setempat
Kegiatan
selanjutnya adalah menetapkan sasaran dengan menganalisa dari sebagaian besar
data dasar tersebut.Apabila tahap penerapan sasaran sudah disiapkan dalam
rangka penyusunan program maka langkah berikutnya adalah mencoba menetapkan
alternatif metode penyuluhan.
2. Menetapkan
Alternatif Metode Penyuluhan Pertanian
Pemilihan metode penyuluhan pertanian secara umum adalah
sebagai berikut:
a. Metode–metode dengan pendekatan
massal dipergunakan untuk menarik perhatian, menumbuhkan minat dan keinginan
serta memberikan informasi selanjutnya.
b. Metode-metode dengan pendekatan
kelompok biasanya dipergunakan untuk dapat memberikan informasi yang lebih
rinci tentang suatu teknologi. Metode tersebut ditujukan untuk dapat membantu
seseorang dari tahap menginginkan ke tahap mencoba atau bahkan sampai tahap
menerapkan.
c. Metode-metode dengan pendekatan
perorangan, biasanya sangat berguna dalam tahap mencoba hingga menerapkan,
karena adanya hubungan tatap muka antara penyuluh dan sasaran yang lebih akrab.
Di sini perlu diperhatikan oleh penyuluh, bahwa metode pendekatan perorangan
itu dilakukan apabila sasaran sudah hampir sampai ke tahap mencoba dan bersedia
mencoba yang tentunya memerlukan bimbingan untuk memantapkan keputusannya.
d. Faktor lain yang memegang peranan
dalam pemilihan metode adalah masa kerja penyuluh di suatu tempat. Penyuluh
yang belum lama bekerja di suatu daerah perlu mengenal situasi dan kondisi
daerah kerjanya.Dalam taraf permulaan ini metode penyuluhan yang terbaik adaah
pendekatan perorangan. Apabila kemampuannya dalam pengenalan sasaran dan
keadaan sudah ia miliki, maka metode penyuluhan yang efektif dalam menjangkau
sasaran yang lebih besar adalah pendekatan kelompok atau massal.
3. Menetapkan
Metode Penyuluhan Pertanian
Setelah penyuluh pertanian menetapkan alternatif metode
penyuluhan, barulah ia pikirkan dengan matang-matang apakah metode-metode itu
dapat dilaksanakan dan cocok dengan lapangan dan sasaran. Bagi penyuluh pertanian yang sudah
lama atau sudah berpengalaman di daerah itu, tentu tahapan ini akan mudah
baginya dan langsung dapat memilih metode yang cocok. Dalam melaksanakan
demonstrasi misalnya ia harus menentukan lokasi demonstrasi dan siapa diantara
sasaran yang bersedia menjadi demonstratornya.
Dalam mencapai suatu tujuan perlu dilaksanakan pemecahannya
dengan kombinasi metode tertentu.Pertimbangan-pertimbangan tentang musim,
keadaan usaha tani, permasalahan di lapangan, fasilitas, sasaran penyuluhan
yang telah dikemukakan terdahulu, sangat diperlukan dalam menetapkan kombinasi
metode penyuluhan pertanian. Pertimbangan-pertimbangan ini akan menghasilkan
pemilihan satu atau lebih metode penyuluhan. Apabila lebih dari satu metode
penyuluhan yang tepilih, maka pelaksanaannya dapat dilakukan sebagai berikut:
a. Pengulangan
Misalnya
kursus tani I diulangi dengan kursus tani II dan seterusnya dengan materi
berlanjut.
b. Urutan
Misalnya
kursus tani diikuti karyawisata, perlombaan dan lain-lain.
c. Kombinasi
Misalnya
pada waktu demonstrasi usahatani sekaligus dilaksanakan lomba antar peserta,
dan publikasi hasil.
4. Memantapkan Keputusan Metode Yang Akan Dipilih
Hal-hal yang
perlu diperhatikan dalam pemantapan pemilih metode penyuluhan adalah :
a. Metode penyuluhan terpilih harus dapat mengembangkan swakarsa dan swadaya
pelaku utama/pelaku usaha;
b. Metode penyuluhan terpilih harus dapat memungkinkan disampaikannya materi
yang sesuai, cukup dalam jumlah dan mutu, tepat sasaran dan waktu, mudah
diterima dan dimengerti, penggunaan fasilitas dan media secara tepat dan
berhasil guna;
c. Metode yang digunakan lebih efesien dan efektif bagi penyuluh;
d. Harus dapat memungkinkan kelanjutan pelaksanaanya;
e. Harus memungkinkan turut sertanya orang lain secara aktif;
f. Biaya yang diperlukan dalam pelaksanaan metode penyuluhan terpilih
relatif lebih kecil.
III. PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah
Metode dan Teknik Penyuluhan ini antara lain :
1. Metode
penyuluhan pertanian adalah cara penyampaian materi, sedangkan teknik
penyuluhan adalah penguasaan terhadap teknik-teknik komunikasi di dalam
menyampaikan materi.
2. Metode
penyuluhan dapat di golongkan menjadi tiga kelompok yaitu berdasarkan teknik
komunikasi, jumlah sasaran, dan indera penerima.
3. Dasar-dasar pertimbangan dalam
memilih metode dan teknik penyuluhanantara lain berdasarkan sasaran,
sumberdaya, keadaan daerah, dan kebijaksanaan pemerintah.
B.
Saran
Saran yang dapat diberikan adalahpemilihan metode dan teknik
sebaiknya disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang akan diberi penyuluhan
agar kegiatan penyuluhan dapat berjalan dengan lancar dan masyarakat dapat
menerima apa yang diberikan oleh penyuluhan sehingga tujuan dari penyuluhan
dapat tercapai.Perlu adanya perencanaan yang matang sebelum melakukan penyuluhan sebaiknya
dipersiapkan secara teliti.
DAFTAR
PUSTAKA
Harahap,
Yunita Sari. 2010. Efektivitas Metode
Diskusi dan Ceramah Terhadap Pengetahuan dan Sikap Perawat dalam Membuang
Limbah Medis Padat di Puskesmas Kota Medan Tahun 2010. Tesis Ilmu Kesehatan
Masyarakat USU.
https://munalakanti.wordpress.com/category/metode-dan-teknik-penyuluhan-pertanian/. Diakses pada
tanggal 24 Februari 2016.
Van
den Ban, A.W dan H.S. Hawkins. 1999. Penyuluhan
Pertanian. Yogyakarta : Kanisius.https://books.google.co.id/books?id=gYeKXOcifiAC&pg=PA8&dq=penyuluhan+pertanian+dengan+metode+oleh+van+den+ban&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwjTjrzhm6bLAhVBu5QKHaUIBHEQ6AEIHDAA#v=onepage&q=penyuluhan%20pertanian%20dengan%20metode%20oleh%20van%20den%20ban&f=false. Diakses pada tanggal 24 Februari 2016.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar