Sabtu, 05 Mei 2018

Makalah Metode dan Teknik Penyuluhan


Makalah Metode dan Teknik Penyuluhan
“Penggolongan dan Dasar Pertimbangan Pemilihan Metode dan Teknik Penyuluhan”


 













Disusun Oleh :
1.      Canggih Rizki Nugroho             (H0414012)
2.      Iin Mutea Indriyani                    (H0414022)
3.      Mutiah Vianingrum                   (H0414032)
4.      Sri Noviyanti Wijaya                  (H0414042)

PROGRAM STUDI PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2016

                                                                                                                                                             I.     PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Dalam UU No. 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, ditegaskan bahwa penyuluhan yang merupakan bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum, merupakan hak asasi bagi warga negara Republik Indonesia. Saat ini yang terjadi adalah rendahnya produktivitas pertanian. Salah satu penyebabnya antara lain karena tingkat pendidikannya rendah, sehingga untuk meningkatkan kualitasnya diperlukan pendidikan yang cocok bagi para petani bukan melalui jalur pendidikan formal di sekolah, tetapi melalui jalur pendidikan non formal yang bersifat kemitraan, pemecahan masalah dikelompok, keputusan bersama dengan anggota kelompok, belajar lewat pengalaman, melakukan, mengalami, dan menemukan sendiri, teori dan praktek di lapangan. Penyuluhan sangat diperlukan guna membantu dan mendampingi petani dalam memecahkan permasalahan yang dihadapinya.
Dikarenakan kemampuan seseorang untuk mempelajari sesuatu berbeda-beda, demikian juga tahap perkembangan mental, keadaan lingkungan dan kesempatannya berbeda-beda, sehingga perlu ditetapkan suatu metode dan teknik penyuluhan pertanian yang berdaya guna dan berhasil guna. Tahap perkembangan mental seseorang dapat digolongkan dalam tahap penumbuhan pertanian, tahap penumbuhan minat, tahap menilai, tahap mencoba dan tahap menerapkan.Sehingga kita perlu memahami metode dan teknik yang cocok dalam penyuluhan, oleh karena itu ditulislah makalah ini.
B.       Rumusan Masalah
Masalah yang akan dikaji dalam makalah Metode dan Teknik Penyuluhan ini antara lain :
1.      Apa pengertian umum dari metode dan teknik penyuluhan?
2.      Bagaimanakah penggolongan metode dan teknik penyuluhan?
3.      Apakah dasar pertimbangan dalam pemilihan metode dan teknik penyuluhan?


C.      Tujuan
Tujuan penulisan makalah Metode dan Teknik Penyuluhan ini antara lain adalah :
1.      Dapat menjelaskan pengertian metode dan teknik penyuluhan serta dapat membedakannya
2.      Dapat menjelaskan penggolongan metode dan teknik penyuluhan
3.      Dapat menjelaskan dasar pertimbangan pemilihan metode dan teknik penyuluhan.
                                                                                                                                                             II.     PEMBAHASAN
A.      Pengertian Metode Penyuluhan Pertanian
Metode penyuluhan pertanian adalah cara penyampaian materi (isi pesan) penyuluhan pertanian oleh penyuluh pertanian kepada petani beserta anggota keluarganya baik secara langsung maupun tidak langsung agar mereka tahu, mau dan mampu menggunakan inovasi baru. Umumnya pesan terdiri dari sejumlah simbol dan isi pesan inilah yang memperoleh perlakuan.Bentuk perlakuan tersebut memilih, menata, menyederhanakan, menyajikan, dll. Di lain pihak simbol dapat diartikan kode-kode yang digunakan pada pesan.  Simbol yang mudah diamati dan paling banyak digunakan yaitu bahasa.
B.       Penggolongan Metode PenyuluhanPertanian
Untuk mempermudah mempelajari jenis-jenis metode penyuluhan pertanian, dilakukan penggolongan antara lain:
1.         Penggolongan Berdasarkan Teknik Komunikasi
Berdasarkan teknik komunikasi, metode penyuluhan pertanian digolongkan menjadi: 1) komunikasi langsung (direct communication/face to face communication), contohnya: obrolan di sawah, obrolan di balai desa, obrolan di rumah, kursus tani, demonstrasi karyawisata, dan pameran, dan 2) komunikasi tidak langsung (indirect communication), contohnya publikasi dalam bentuk cetakan, poster, siaran radio/TV, dan pertunjukan film. Jadi, dalam kegiatan komunikasi tidak langsung, pesan disampaikan melalui perantara (medium atau media).
a.         Metode penyuluhan langsung
Dalam hal ini para penyuluh langsung berhadapan atau bertatap muka dengan sasaran. Termasuk di sini antara lain: kunjungan rumah, pertemuan diskusi (FGD), pertemuan di balai desa, pertemuan di Posyandu, anjangsana, kontak personal, demonstrasi, dll.Penyuluhan dengan metode ceramah dapat meningkatkan pengetahuan. Hal ini sependapat dengan pendekatan Harahap (2010) bahwa dengan pendekatan edukasional dapat merubah perilaku seseorang termasuk pengetahuan, dimana intervensi yang diberikan merupakan proses pendidikan untuk merubah perilaku.
b.        Metode yang tidak langsung.
Dalam hal ini para penyuluh tidak langsung berhadapan secara tatap muka dengan sasaran, tetapi ia menyampaikan pesannya dengan perantara (media). Umpamanya publikasi dalam bentuk media cetak, melalui pertunjukan film, dsb
2.         Penggolongan Berdasarkan Jumlah Sasaran yang Dicapai
Berdasarkan jumlah sasaran yang dicapai, metode penyuluhan pertanian digolongkan menjadi 1) pendekatan perorangan, contohnya: kunjungan rumah, kunjungan usaha tani, surat-menyurat, dan hubungan telepon; 2) pendekatan kelompok, contohnya: diskusi kelompok, demonstrasi (cara atau hasil), karyawisata, temu lapang, temu usaha, dan kursus tani; 3) pendekatan massal, contohnya: pameran, pemutaran film, siaran pedesaan/TV, pemasangan poster, pemasangan spanduk, dan penyebaran bahan bacaan (folder, leaflet, liptan, brosur).
a.    Pendekatan Perorangan
Dalam hal ini para penyuluh berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan sasaran secara perorangan, antara lain: kunjungan rumah, hubungan telepon, dan lain-lain.Metode berdasarkan pendekatan perorangan ini dalam kegiatan penyuluhan pada petani sawah dilaksanakan dengan menggunakan metode penyuluhan sistem latihan dan kunjungan, atau sering disebut dengan sistem LAKU.Metode kunjungan ke rumah langsung datang ke rumah petani tersebut dan menanyakan masalah apa yang dihadapi oleh petani dilokasi. Tidak semua permasalahan bisa terselesaikan di lokasi, kadang-kadang ada permasalahan yang tidak boleh diketahui oleh umum.Metode LAKU pada pendekatan perorangan ini dilaksanakan sekali dua minggu atau dua kali dalam sebulan.
b.    Pendekatan Kelompok
Dalam pendekatan ini petugas promosi berhubungan dengan sekolompok sasaran. Beberapa metode penyuluhan yang masuk dalam ketegori ini antara lain: Pertemuan, Demostrasi, Diskusi kelompok, Pertemuan FGD, dan lain-lain. Metode ini efektif dibandingkan dari metode lainnya karena petani dibimbing dan diarahkan secara berkelompok untuk melakukan sesuatu kegiatan yang lebih produktivitas atas dasar kerja sama. Metode kelompok pada umumnya berdaya guna dan berhasil guna tinggi, namun keberadaan kelompok di pedesaan cukup baik dan terorganisir dengan baik dan menjadi kendala bagi penyuluh. Metode dengan pendekatan kelompok lebih menguntungkan karena memungkinkan adanya umpan balik dan interaksi kelompok yang memberi kesempatan bertukar pengalaman maupun pengaruh terhadap anggotanya serta dapat turut memecahkan masalah.
Pada metode ini pengoraganisasian dalam kegiatan penyuluhan diarahkan pada upaya mempercepat pemerataan teknologi pada tiap tingkat sasaran binaan. Disamping itu adanya pengorganisasian akan mempermudah koordinasi, memperlancar arus informasi sekaligus menjalin kerja sama antar penyuluh di lapangan. Adanya pengorganiasian penyuluhan juga akan mempermudah korp penyuluh dalam menjalankan tugas dan kewajibannya sekaligus dalam melakukan evaluasi atas kegiatan yang sedang dan telah dilaksanakan. Hal ini bertujuan agar kegiatan yang dilaksanakan penyuluh dapat dilakukan secara berkesinambungan supaya bisa meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap petani dan sekaligus untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam tugasnya di lapangan.
c.    Pendekatan Masal
Petugas Penyuluh Pertanian menyampaikan pesannya secara sekaligus kepada sasaran yang jumlahnya banyak. Beberapa metode yang masuk dalam golongan ini adalah: Pertemuan umum, pertunjukan kesenian, Penyebaran tulisan/poster/media cetak lainnya, Pemutaran film, dll. Metode pendekatan massal ini memakan waktu lebih banyak, biaya lebih besar, namun metode ini langsung dapat dirasakan oleh khalayak sasaran. Ditinjau dari efisiensinya penyampaian pesan atau informasi melalui media penyiaran radio ini memang sangat tepat karena dapat menjangkau seluruh wilayah
3.         Penggolongan Berdasarkan Indera Penerima
Adapun penggolongan metode berdasarkan indera penerima dibagi menjadi tiga golongan yaitu:
a.    Metode yang dilaksanakan dengan jalan memperhatikan. Pesan yang diterima melalui indra penglihatan. Misalnya penempelan poster, pemutaran film dan pemutaran slide.
b.    Metode yang disampaikan melalui indra pendengaran. Misalnya siaran pertanian melalui radio dan hubungan telephone serata alat-alat audiotif lainnya.
c.    Metode yang disampaikan, diterima oleh sasaran melalui beberapa macam indra secara kombinasi. Misalnya:
1.      Demonstrasi hasil (dilihat, didengar, dan diraba)
2.      Demonstrasi cara (dilihat, didengar, dan diraba)
3.      Siaran melalui televisi (didengar dan dilihat)
C.      Pemilihan Metode Penyuluhan Pertanian
Kemampuan seseorang dalam mempelajari sesuatu berbeda-beda. Demikian pula tahap perkembangan mentalnya, keadaan lingkungan dan kesempatannya juga berbeda-beda. Oleh karena itu, perlu dipilih metode penyuluhan pertanian yang berdaya guna dan berhasil guna. Dengan demikian tujuan pemilihan metode penyuluhan adalah: 1) agar penyuluh pertanian dapat menetapkan suatu metode atau kombinasi beberapa metode yang tepat dan berhasil guna, 2) agar kegiatan penyuluhan pertanian yang dilaksanakan untuk menimbulkan perubahan yang dikehendaki yaitu perubahan perilaku petani dan anggota keluarganya dapat berdayaguna dan berhasil guna.
D.      Teknik Penyuluhan
Pengertian tentang teknik penyuluhan harus dikuasai oleh setiap petugas penyuluhan dalam setiap kegiatannya, agar penyampaian materi penyuluhan dapat efektif dalam menjangkau sasaran khalayak. Istilah teknik berasal dari bahasa Yunani “technikos” yang berarti keprigelan atau keterampilan. Keberhasilan dalam suatu aktifitas penyuluhan sangat tergantung kepada teknik penyuluhan yang digunakan oleh komunikator. Teknik penyuluhan pada intinya adalah penguasaan terhadap teknik-teknik komunikasi di dalam menyampaikan dan menyajikan pernyataan-pernyataan penyuluhan. Teknik komunikasi yang bisa dilakukan pada umumnya ada tiga yaitu:
1.    Komunikasi informatif
Proses penyampaian pesan yang sifatnnya “memberi tahu” atau memberikan penjelasan kepada orang lain. Komunikasi ini dapat dilakukan secara lisan maupun tertulis, misalnya melalui papan pengumuman, pertemuan-pertemuan kelompok dan juga media massa. Karena sifatnya yang informatif, maka arus penyuluhan yang terjadi adalah searah (one way communication). Oleh karena itu penggunaan teknik komunikasi informatif dalam kegiatan penyuluhan biasanya harus bertujuan ingin menyampaikan sesuatu seperti keterangan-keterangan tertentu yang dianggap penting diketahui oleh khalayak atau masyarakat luas. Misalnya dalam hal ini seperti pemandu wisata memberikan keterangan tentang sejarah sebuah candi tua, seorang ahli purbakala memberikan keterangan tentang benda-benda purbakala kepada sejumlah orang peminatnya, seorang petugas penyuluhan memberikan keterangan tentang tata cara pembayaran PBB kepada wajib pajak dan sebagainya.
Pendek kata dalam komunikasi ini, pihak komunikan dapat merasa “puas” karena bertambahnya pengetahuan. Teknik komunikasi semacam ini pada umumnya hanya ingin menyentuh ranah kognisi dari khalayak. Jadi, jika seseorang mengatakan sesuatu kepada orang lain dan orang itu mengerti dan karenanya menjadi tahu, maka komunikasi terjadi. Sampai disitu komunikasi hanya bertaraf informatif. Lain misalnya jika apa yang dikatakan oleh orang tersebut bukan hanya sekedar memberi tahu, tetapi mengandung tujuan agar orang yang dihadapinya itu melakukan sesuatu kegiatan atau tindakan, maka tarafnya menjadi persuasif, komunikasi yang mengandung persuasi.
2.    Teknik Komunikasi Persuasi
Istilah “persuasi” atau dalam bahasa inggris “persuation” berasal dari kata latin persuasio, yang secara harfiah berarti hal membujuk, hal mengajak atau meyakinkan, sehingga dapat diartikan suatu proses komunikasi antarpersonal dimana komunikator berupaya dengan menggunakan lambang-lambang untuk mempengaruhi kognisi penerima, jadi secara sengaja mengubah sikap atau kegiatan seperti yang diinginkan komunikator.Tindakan persuasi dapat dipandang sebagai sebagai sebuah cara belajar, karena ingin mengubah beberapa prilaku khalayak dengan memanfaatkan faktor-faktor internal psikologis khalayak. Teori belajar persuasi sejajar dengan model Stimulus Respons (S-R) yang memandang manusia sebagai suatu entitas pasif dari model SOR (Stimulus – Organisme – Respon) yang memandang belajar persuasif sebagai suatu gabungan perolehan pesan yang diterima indivudu dan mengatasi berbagai kekuatan-kekuatan dalam individu yang bertindak berdasarkan pesan-pesan tersebut agar menghasilkan akibat-akibat persuasif.
Komunikasi persuasif ini dilakukan dengan secara langsung atau tatap muka, karena komunikator mengharapkan tanggapan/respon khusus dari komunikan. Adapun contoh untuk ini sorang penyuluh dalam kegiatan penyuluhan, katakanlah misalnya penyuluhan tentang manfaat kegunaan bibit unggul tertentu kepada petani, penyuluh tersebut menggunakan cara-cara pendekatan dengan mendatangkan seorang “petani sukses” untuk menceritakan pengalamannya dalam menggunakan bibit unggul yang akan diperkenlkannya itu. Kehadiran “petani sukses” itu digunakan sebagai stimulus (S) agar menumbuhkan respon (R) komunikannya yaitu yang mengikuti jejeak keberhasilan dari petani sukses tersebut.
Menurut proses persusif itu pesan-pesan komunikasi akan efektif dalam persuasi apabila memiliki kemampuan mengubah secara psikologis minat atau perhatian individu dengan cara sedemikian rupa, sehingga individu akan menanggapi pesan-pesan komunikasi sesuai dengan kehendak komunikator. Dengan perkataan lain, kunci keberhasilan persuasi terletak pada kemampuan mengubah struktur psikologis internal individu sehingga hubungan psikomotorik antara proses internal yang laten (motivasi, sikap dan lain-lain) dengan prilaku yang diwujudkan sesuai dengan kehendak komunikator. Seperti dalam contoh di atas, bahwa mendatangkan “petani sukses” merupakan tindakan terbuka dengan cara menumbuhkan keyakinan seseorang (khalayak) terhadap penggunaan bibit unggul tertentu yagn dimanfaatkan oleh petani tersebut (proses psikologis).
3.    Teknik Komunikasi Coersive (Koersif)
Komunikasi koersif adalah proses penyampai pesan dari seseorang kepada orang lain dengan cara yang mengandung paksaan agar melakukan suatu tindakan atau kegiatan tertentu. Jadi teknik komunikasi ini mengandung sanksi yang apabila tidak dilaksanakan oleh sipenerima pesan, maka ia akan menanggung akibatnya. Komunikasi ini dapat dilakukan dalam bentuk putusan-putusan, instrusi dan lain-lain yang sifatnya imperatif yang artinya mengandung keharusan dan kewajiban untuk ditaati dan dilaksanakan.
Metode dan teknik penyuluhan merupakan cara dan prosedur yang dilakukan penyuluh dalam menyampaikan pesan kepada sasaran agar terjadi perubahan perilaku sesuai tujuan yang ingin dicapai. Tujuan pemilihan metode dan teknik penyuluhan pertanian untuk mendorong terjadinya efek/perubahan perilaku yang sebanyak-banyaknya dari sasaran, untuk meningkatkan komunikasi dan mengurangi gangguan komunikasi, untuk meningkatkan daya anut sasaran serta untuk mendorong munculnya sifat keterbukaan dan kemandirian sasaran penyuluh.Untuk dapat memilih serta menggunakan metode dan teknik penyuluhan dengan baik, seorang penyuluh perlu memahami filsafat pendidikan teori belajar atau pembelajaran dan strategi pembelajaran.
E.       Dasar-Dasar Pertimbangan Pemilihan Metode dan Teknik Penyuluhan   
Dengan beragamnya metode penyuluhan, maka seorang penyuluh harus mampu memilih metode yang tepat, sesuai dengan tujuan perubahan perilaku yang diinginkan, kemampuan sasaran penyuluhan, materi yang akan disampaikan, situasi belajar (sosial dan fisik) serta sarana dan fasilitas yang  tersedia.  Sehingga kegiatan penyuluhan menjadi efektif dan efisien, dimana pada umumnya apabila :
1.    Semakin sedikit jumlah sasaran dalam suatu kegiatan penyuluhan, maka semakin efektif penyampaian pesan.
2.    Semakin banyak sasaran dalam suatu kegiatan penyuluhan maka semakin efisien kegiatan dilihat dari segi biaya dan waktu yang digunakan.
3.    Semakin banyak indera yang digunakan oleh sasaran untuk menangkap pesan dalam suatu kegiatan penyuluhan/belajar, semakin efektif pesan yang dapat diserap.
Pertimbangan yang digunakan dapat digolongkan menjadi empat yaitu sasaran, sumberdaya, keadaan daerah, dan kebijaksanaan pemerintah.
1.    Sasaran
Sebelum menentukan metode yang akan dipilih, penyuluh mengetahui dahulu sasaran yang akan disuluh dengan melihat tingkat pengetahuan, keterampilan, sosial dan budaya daerah agar kegiatan penyuluhan dapat berjalan denagn lancer sehingga terjadinya perubahan perilaku dan adopsi inovasi pada khalayak sasaran.Yang harus diperhatikan penyuluh dari segi sasaran antara lain:
a.    Tingkat pengetahuan, ketrampilan dan sikap sasaran
Tahap penerapan dari petani di suatu daerah bermacam-macam, demikian juga kecepatan, keterampilan dan sikap yang telah mereka miliki.Penyuluh harus mengetahui dalam tahap mana sebagian besar dari sasaran itu berada. Setelah itu harus menghubungkannya dengan tujuan yang akan dicapai. Hal ini penting untuk dapat menentukan metode mana yang paling tepat.
b.    Budaya sasaran
Penyuluh harus mengetahui adat kebiasaan sasaran, norma-norma yang berlaku dan status kepemimpinan yang ada.Hal ini penting bukan saja dalam pemilihan metode penyuluhan tetapi juga dalam menentukan teknik-teknik penyuluhannya. Contoh: ada suatu daerah yang melarang melakukan pemutaran film pada malam Jumat.
c.    Jumlah Sasaran
Banyaknya sasaran yang hendak dicapai oleh seorang penyuluh pada suatu waktu tertentu akan menentukan metode penyuluhan pertanian yang akan dicapai.
2.    Sumberdaya Penyuluhan
Sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam penentuan metode penyuluhan. Sumber daya ini erat kaitannya dengan kemampuan dan pengalaman seorang penyuluh dalam penyampaian pesan-pesan penyuluhan yang akan disuluhkan kepada khalayak sasaran mereka yang perlu dipertimbangkan dalam hal ini antara lain:
a.    Kemampuan penyuluh
Pengalaman dan kemampuan penyuluh yang meliputi penguasaan ilmu dan keterampilan serta sikap yang dimilikinya perlu dipertimbangkan dalam memilih metode dan teknik penyuluhan yang digunakan.
b.    Materi penyuluhan
Dalam menerapkan suatu metode penyuluhan perlu diperhatikan materi yang akan disampaikan. Untuk yang bersifat teknis biasanya dipilih metode yang memungkinkan adanya praktek di lapangan dan untuk materi yang bersifat non teknis, misalnya agar petani mau berkelompok dan mau memasarkan hasil usahanya, biasanya dipilih metode diskusi kelompok.
c.    Sarana dan biaya penyuluhan
Keadaan peralatan alat-alat bantu pengajaran yang dipunyai, fasilitas yang ada serta biaya yang tersedia akan menentukan dalam pemilihan metode penyuluhan.
3.    Keadaan Daerah
Keadaan lokasi merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk di ketahui sebelum penyuluh melakukan kegiatan penyuluhan.Keadaan lokasi ini erat kaitannya dengan musim, topografi wilayah, sistem pengairan, jenis tanah dan keadaan usaha tani suatu daerah.Karena tentunya tiap-tiap daerah memiliki keadaan lokasi yang berbeda-beda.Dalam pemilihan metode penyuluhan para penyuluh perlu mempertimbangkan kondisi daerah pelaksanaan penyuluhan, antara lain:
a.    Musim
Pada musim kemarau tiap daerah berbeda-beda keadannya, ada yang panas sekali, ada yang tidak terlalu panas, ada daerah yang tidak bisa ditanami apa–apa, sebaliknya ada juga daerah yang justru pada musim kemarau akan lebih menguntungkan jika digunakan sebagai tempat usaha tani. Apabila pada suatu keadaan tertentu tidak memungkinkan untuk dilaksanakannya suatu proses produksi maka tentu tidak akan diadakan penyuluhan di tempat usaha tani seperti demonstrasi, sehingga dalam hal ini akan lebih memungkinkan untuk diadakan pertemuan di rumah petani.
b.    Keadaan Usaha Tani
Musim sangat erat hubungannya dengan kedaan usaha tani, maka keadaan usaha tani suatu daerah turut mempengaruhi pemilihan metode penyuluhan. Misalnya untuk mengintensifkan ternak unggas disuatu daerah maka dipilih metode demonstrasi, sedangkan untuk tujuan introduksi diterapkan metode karya wisata ke tempat lain.
c.    Keadaan Lapangan
Keadaan lapangan seperti topografi, jenis tanah, sistem pengairan serta sarana perlu juga dipertimbangkan. Contoh: untuk perkampungan yang letaknya terpisah-pisah maka kegiatan penyuluhannya akan lebih efektif dilakukan di tempat tinggal petani atau di lahan usaha taninya.
4.    Kebijaksanaan Pemerintah
Kebijaksanaan pemerintah yang berasal dari pusat atau daerah kadang-kadang menentukan dalam pemilihan metode penyuluhan. Pendekatan intensifikasi secara massal dan crash program memerlukan waktu yanmg relatif cepat daripada pendekatan perorangan yang pada dasarnya akan membutuhkan waktu relatif lebih lama.


F.       Langkah-Langkah Pemilihan
1.    Menghimpun dan Menganalisa data
a.    Sasaran
1)      Golongan umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, jumlah masing-masing golongan dan keseluruhan.
2)      Adat kebiasaan, norma-norma dan pola kepemimpinan.
3)      Bentuk-bentuk usaha tani sasaran.
4)      Kesediaan mereka sebagai demonstrator dan jumlah petani maju.
b.      Penyuluh dan kelengkapannya
1)      Kemampuan penyuluh, jumlah penyuluh, pengetahuan dan keterampilan penyuluh.
2)      Materi penyuluhan/pesan.
3)      Sarana dan prasarana penyuluhan.
4)      Biaya yang ada.
c.    Keadaan daerah dan kebijaksanaan pemerintah
1)      Musim/iklim.
2)      Keadaan lapangan (topografi), jenis tanah, sistem pengairan dan pertanaman
3)      Perhubungan jalan, listrik dan telepon
4)      Kebijaksanaan pemerintah pusat, daerah dan setempat
Kegiatan selanjutnya adalah menetapkan sasaran dengan menganalisa dari sebagaian besar data dasar tersebut.Apabila tahap penerapan sasaran sudah disiapkan dalam rangka penyusunan program maka langkah berikutnya adalah mencoba menetapkan alternatif metode penyuluhan.
2.    Menetapkan Alternatif Metode Penyuluhan Pertanian
Pemilihan metode penyuluhan pertanian secara umum adalah sebagai berikut:
a.       Metode–metode dengan pendekatan massal dipergunakan untuk menarik perhatian, menumbuhkan minat dan keinginan serta memberikan informasi selanjutnya.
b.      Metode-metode dengan pendekatan kelompok biasanya dipergunakan untuk dapat memberikan informasi yang lebih rinci tentang suatu teknologi. Metode tersebut ditujukan untuk dapat membantu seseorang dari tahap menginginkan ke tahap mencoba atau bahkan sampai tahap menerapkan.
c.       Metode-metode dengan pendekatan perorangan, biasanya sangat berguna dalam tahap mencoba hingga menerapkan, karena adanya hubungan tatap muka antara penyuluh dan sasaran yang lebih akrab. Di sini perlu diperhatikan oleh penyuluh, bahwa metode pendekatan perorangan itu dilakukan apabila sasaran sudah hampir sampai ke tahap mencoba dan bersedia mencoba yang tentunya memerlukan bimbingan untuk memantapkan keputusannya.
d.      Faktor lain yang memegang peranan dalam pemilihan metode adalah masa kerja penyuluh di suatu tempat. Penyuluh yang belum lama bekerja di suatu daerah perlu mengenal situasi dan kondisi daerah kerjanya.Dalam taraf permulaan ini metode penyuluhan yang terbaik adaah pendekatan perorangan. Apabila kemampuannya dalam pengenalan sasaran dan keadaan sudah ia miliki, maka metode penyuluhan yang efektif dalam menjangkau sasaran yang lebih besar adalah pendekatan kelompok atau massal.
3.    Menetapkan Metode Penyuluhan Pertanian
Setelah penyuluh pertanian menetapkan alternatif metode penyuluhan, barulah ia pikirkan dengan matang-matang apakah metode-metode itu dapat dilaksanakan dan cocok dengan lapangan dan sasaran. Bagi penyuluh pertanian yang sudah lama atau sudah berpengalaman di daerah itu, tentu tahapan ini akan mudah baginya dan langsung dapat memilih metode yang cocok. Dalam melaksanakan demonstrasi misalnya ia harus menentukan lokasi demonstrasi dan siapa diantara sasaran yang bersedia menjadi demonstratornya.
Dalam mencapai suatu tujuan perlu dilaksanakan pemecahannya dengan kombinasi metode tertentu.Pertimbangan-pertimbangan tentang musim, keadaan usaha tani, permasalahan di lapangan, fasilitas, sasaran penyuluhan yang telah dikemukakan terdahulu, sangat diperlukan dalam menetapkan kombinasi metode penyuluhan pertanian. Pertimbangan-pertimbangan ini akan menghasilkan pemilihan satu atau lebih metode penyuluhan. Apabila lebih dari satu metode penyuluhan yang tepilih, maka pelaksanaannya dapat dilakukan sebagai berikut:
a.    Pengulangan
Misalnya kursus tani I diulangi dengan kursus tani II dan seterusnya dengan materi berlanjut.
b.    Urutan
Misalnya kursus tani diikuti karyawisata, perlombaan dan lain-lain.
c.    Kombinasi
Misalnya pada waktu demonstrasi usahatani sekaligus dilaksanakan lomba antar peserta, dan publikasi hasil.
4.    Memantapkan Keputusan Metode Yang Akan Dipilih
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemantapan pemilih metode penyuluhan adalah :
a.       Metode penyuluhan terpilih harus dapat mengembangkan swakarsa dan swadaya pelaku utama/pelaku usaha;
b.      Metode penyuluhan terpilih harus dapat memungkinkan disampaikannya materi yang sesuai, cukup dalam jumlah dan mutu, tepat sasaran dan waktu, mudah diterima dan dimengerti, penggunaan fasilitas dan media secara tepat dan berhasil guna;
c.       Metode yang digunakan lebih efesien dan efektif bagi penyuluh;
d.      Harus dapat memungkinkan kelanjutan pelaksanaanya;
e.       Harus memungkinkan turut sertanya orang lain secara aktif;
f.       Biaya yang diperlukan dalam pelaksanaan metode penyuluhan terpilih relatif lebih kecil.



                                                                                                                                                                    III.     PENUTUP
A.    Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah Metode dan Teknik Penyuluhan ini antara lain :
1.      Metode penyuluhan pertanian adalah cara penyampaian materi, sedangkan teknik penyuluhan adalah penguasaan terhadap teknik-teknik komunikasi di dalam menyampaikan materi.
2.      Metode penyuluhan dapat di golongkan menjadi tiga kelompok yaitu berdasarkan teknik komunikasi, jumlah sasaran, dan indera penerima.
3.      Dasar-dasar pertimbangan dalam memilih metode dan teknik penyuluhanantara lain berdasarkan sasaran, sumberdaya, keadaan daerah, dan kebijaksanaan pemerintah.
B.     Saran
Saran yang dapat diberikan adalahpemilihan metode dan teknik sebaiknya disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang akan diberi penyuluhan agar kegiatan penyuluhan dapat berjalan dengan lancar dan masyarakat dapat menerima apa yang diberikan oleh penyuluhan sehingga tujuan dari penyuluhan dapat tercapai.Perlu adanya perencanaan yang matang sebelum melakukan penyuluhan sebaiknya dipersiapkan secara teliti.



DAFTAR PUSTAKA
Harahap, Yunita Sari. 2010. Efektivitas Metode Diskusi dan Ceramah Terhadap Pengetahuan dan Sikap Perawat dalam Membuang Limbah Medis Padat di Puskesmas Kota Medan Tahun 2010. Tesis Ilmu Kesehatan Masyarakat USU.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Langkah-langkah Evaluasi Program Penyuluhan

“ LANGKAH-LANGKAH EVALUASI PROGRAM PENYULUHAN PERTANIAN ” Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pe rencanaan dan Evaluasi Progra...