Sabtu, 05 Mei 2018

Laporan Praktikum Teknologi Informasi dan Multimedia


LAPORAN PRAKTIKUM
TEKNOLOGI INFORMASI DAN MULTIMEDIA



 



 








Oleh :
Kelompok 3
Bambang Puji Harjo                                   (H0414008)
Eva Dyah Lupitasari                                   (H0414017)
Nafiah Nur Baity                                         (H0414033)
Resti Sri Andriyani                                      (H0414037)
Sri Noviyanti Wijaya                                   (H0414042)



PROGRAM STUDI PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2017


HALAMAN PENGESAHAN
Laporan Praktikum Teknologi Informasi dan Multimedia ini disusun guna melengkapi tugas praktikum mata kuliah Teknologi Informasi dan Multimedia. Laporan ini  telah disahkan oleh Co-assisten serta  Dosen Teknologi Informasi dan Multimedia pada tanggal     ….Juni  2017.


Disusun oleh :
Kelompok 3
Bambang Puji Harjo                                   (H0414008)
Eva Dyah Lupitasari                                   (H0414017)
Nafiah Nur Baity                                         (H0414033)
Resti Sri Andriyani                                      (H0414037)
Sri Noviyanti Wijaya                                   (H0414042)




Mengetahui,
Dosen Pengampu Mata Kuliah
Teknologi  Informasi dan Multimedia
Co-Assisten  Mata Kuliah
Teknologi  Informasi dan Multimedia


Dr. Suminah,M.Si
NIP. 19661001200003 2 001

Farry Primandita
H0413016




















Ketua Laboratorium Komunikasi Pertanian





Bekti Wahyu Utami S.P.,M.Si
NIP. 19780715200112 2 001

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, karunia dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Teknologi Informasi dan Multimedia ini. Laporan ini disusun sebagai salah satu rangkaian kegiatan mata kuliah Teknologi Informasi dan Multimedia di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tentunya dalam penulisan laporan ini penulis tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1.   Tim Dosen pengampu mata kuliah Teknologi Informasi dan Multimedia yang telah memberikan bimbingan dalam kuliah maupun praktikum.
2.   Co Assisten Teknologi Informasi dan Multimedia yang telah membimbing dengan sebaik-baiknya.
3.   Keluarga penyusun yang telah memberikan dukungan dan motivasi baik berupa doa maupun materi.
4.   Teman - teman yang membantu dalam penulisan laporan ini.
5.   Berbagai pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Penulisan laporan ini tentu belum sepenuhnya mencapai kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis menerima saran dan kritik yang membangun bagi laporan ini. Akhir kata, penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat serta memberikan wawasan baru bagi pembaca dan penulis.



Surakarta,     Juni  2017


                                                                                    Penulis
           




DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL i
HALAMAN PENGESAHAN ii
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI vi
DAFTAR TABEL. v
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN







DAFTAR TABEL
Tabel 1. Storyboard  Film Tengkleng Mbok Galak........................................................   17  
Tabel 2. Reka Adegan dan Lokasi Pembuatan Film...................................................... 19
Tabel 3. Tahap Recording dan Editing........................................................................... 20


I.    PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Komunikasi yaitu pernyataan antar manusia baik secara perorangan maupun secara berkelompok yang sifatnya umum dengan menggunakan lambang-lambang tertentu. Terdapat beberapa unsure penting dalam komunikasi yaitu komunikator ialah orang atau petugas yang tugasnya menyampaikan informasi, komunikan yaitu orang yang menerima pesan yang disampaikan oleh komunikator, dan pesan yaitu semua informasi yang berkaitan dengan bidang pertanian. Dalam komunikasi, komunikan, komunikator, dan pesan tidak dapat berdiri sendiri-sendiri, karena komunikator yang memberikan pesan kepada komunikan sehingga apabila salah satu unsur hilang maka tidak terjadi komunikasi.
Fungsi pesan dalam konsep penyuluhan pertanian bukan saja merupakan sistem pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga untuk mesejahtrakan petani dan keluarganya atau petani dan masyarakat disekelilingnya.  Suatu pesan haruslah menarik, membangun minat, meningkatkan hasrat, dan memotivasi tindakan. Teknologi komunikasi modern (media elektronik dan cetak) menawarkan beberapa kelebihan untuk mengatasi hambatan transfer informasi tersebut sehingga dapat memperluas dan mempercepat pesan mencapai audience. Teknologi informasi menggabungkan komputer dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang menghubungkan data, suara dan video (William dan Sawyer, 2003). Multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi.
Teknologi Informasi multimedia berguna untuk membantu menghasilkan, memanipulasi, menyimpan, mengkomunikasikan dan atau menyebarkan informasi. Penggunaan teknologi informasi multimedia yang tepat sangatlah penting dalam upaya penyusunan media komunikasi sehingga dapat membangun komunikasi yang efektif. Praktikum teknologi informasi multimedia sangat penting bagi mahasiswa terutama bagi mahasiswa penyuluhan dan komunikasi pertanian, dengan adanya praktikum ini diharapkan mahasiswa dapat memahami teori tentang perencanaan komunikasi, desain pesan, manajemen data/informasi, dan aplikasi teknologi informasi berbasis komputer dan telekomunikasi dengan benar.
1

 
B.  Tujuan Praktikum
Tujuan dari kegiatan praktikum Teknologi Informasi Multimedia ini terdiri dari:
1.   Tujuan Umum
Mahasiswa mampu dapat memahami teori tentang perencanaan komunikasi, desain pesan, manajemen data/informasi, dan aplikasi teknologi informasi berbasis komputer dan telekomunikasi dengan benar.
2.   Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari kegiatan praktikum ini diharapkan mahasiswa mampu :
a.   Mahasiswa dapat merancang konsep, data/informasi/pesan berkaitan dengan komunikasi pembangunan suatu wilayah.
b.   Mahasiswa dapat menggunakan hardware dan software komputer multimedia.
c.   Mahasiswa dapat menggunakan handycam, foto digital, capture, alat rekaman, editing kompilasi gambar, suara, dan animasi sesuai konsep.
d.   Mahasiswa dapat menggunakan Computer Graphic Fundamental (aplikasi Corel Draw).
e.   Mahasiswa dapat menggunakan Graphic Design Fundamental :
1)  Membut booklet dari aplikasi Adobe Photoshop dan Corel Draw
2)  Membuat Audio Visual (aplikasi Adobe Premiere) untuk menyampaikan pesan pembangunan wilayah.
C.  Waktu dan Tempat Praktikum
Kegiatan praktikum Teknologi Informasi Multimedia (TIM) dilaksanakan pada bulan Maret s/d Juni 2017. Praktikum ini dilaksanakan di laboratorium multimedia, Fakultas Pertanian, UNS dan luar laboratorium. Kegiatan di laboratorium multimedia meliputi pengenalan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), dan penggunaannya (recording dan editing) sedangkan kegiatan di luar ruang multimedia yaitu kegiatan produksi (rekam video atau gambar, menghimpun video/gambar). Kegiatan dilaboratorium multimedia dilaksanakan mengikuti jadwal perkuliahan yaitu setiap hari Kamis mulai pukul 10.15-12.00 WIB. Kegiatan di luar laboratorium multimedia dilaksanakan di warung tengkleng Mbok Galak.  Warung ini terletak di jalan Ki Mangun Sarkoro No. 122, Sumber, Solo.



II.   LANDASAN TEORI
A.  Perencanaan Komunikasi
Suryana (2005) mengatakan bahwa untuk mengatasi masalah kelambanan dalam penerapan inovasi teknologi baru yang telah dihasilkan berbagai lembaga penelitian, diperlukan perencanaan komunikasi teknologi pertanian untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan petani yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Adnyana (2006) memperkuat pendapat tersebut dengan mengemukakan bahwa teknologi dikatakan berhasil apabila antara pengguna dan sumber informasi mempunyai makna terhadap teknologi tersebut. Pertanian dapat dibangun dengan efektif dan efisien, yaitu dengan cara memanfaatkan informasi teknologi dari berbagai sumber, perlu memperhatikan jaringan komunikasi petani yang telah ada di pedesaan sebagai suatu proses adopsi inovasi teknologi dalam komunikasi pembangunan untuk mendorong terwujudnya pertanian yang semakin modern.
Perencanaan  komunikasi  dalam  kerangka  yang  sangat  sederhana dikaitkan dengan  bagaimana  menciptakan  komunikasi  yang  efektif. Perencanaan komunikasi  adalah  proses  mengalokasikan  sumber  daya komunikasi untuk mencapai tujuan organisasi. Sumber daya tersebut tidak saja  mencangkup  media  massa  dan  komunikasi  antarpribadi,  tetapi  juga setiap aktivitas yang dirancang untuk mengubah perilaku dan menciptakan keterampilan-keterampilan tertentu di antara individu dan kelompok dalam lingkup tugas-tugas yang dibebankan oleh organisasi. Perencanaan  komunikasi  adalah  suatu  usaha  yang  sistematis  dan  kontinu dalam  mengorganisir  aktivitas  manusia  terhadap  upaya  penggunaan sumberdaya  komunikasi  secara  efektif dan efisien  guna  merealisasikan kebijakan- kebijakan komunikasi (Ida,  2015).
3

Komunikator dalam melakukan perencanaan komunikasi harus memperhatikan  beberapa hal yaitu 1)  Komunikator  menentukan  tanggapan  dan  efek  yang diharapkan dari komunikasi yang disampaikan, 2) Komunikator harus mengetahui dan  memahami  apakah  khalayaknya/konsumen  ada  dalam  tahap  pembelian  atau tidak, dan  3)  Komunikator  harus  bisa menggerakkan  konsumen  ke  tahap  pembelian.  Dalam merancang  pesan, komunikator mengembangkan pesan komunikasi yang efektif, yang idealnya pesan harus melalui tahap  AIDDA (Attention, Interest, Desire, Decission, Action). Komunikator harus bisa memutuskan apasaja isi pesan,  format pesan  dan struktur pesan sehingga  pesan  yang  disampaikan  memiliki  daya  tarik  maksimal,  baik  daya  tarik rasional, emosional dan moral ( Hassa dan Lina, 2009).
Suatu informasi dapat bermanfaat jika dapat diakses dengan baik oleh pihak-pihak yang memerlukannya. Dalam hal ini diperlukan suatu sistem distribusi informasi yang baik. Sistem distribusi informasi manuak dengan cara mengirimkan secara fisik kini bukan lagi pilihan yang dianggap efisien. Perkembangan teknologi komputer memungkinkan dikirimkannya informasi secara elektronis yang jauh lebih cepat dalam sebuah jaringan (Rasul, 2008).
B.  Khalayak Sasaran Komunikasi / audience
Khalayak sangat akrab sebagai istilah kolektif dari penerima dalam model urutan sederhana dari proses komunikasi (sumber, saluran, pesan, penerima, efek) (Mc Quail 2011). Faktor utama yang paling dibutuhkan untuk menciptakan kondisi adalah memilih segmen khalayak secara cermat. Terkait dengan segmentasi khalayak dibedakan menjadi  dua kelompok yaitu khalayak pendukung aktif dan mereka (khalayak) yang berpotensi untuk berubah yang merupakan calon yang bagus untuk pesan-pesan yang disampaikan. Strategi komunikasi yang berbeda hendaknya digunakan untuk dua target khalayak tersebut. Pendukung aktif perlu menerima pesan menguatkan sehingga dukungan tidak goyang. Mereka yang berpotensi untuk berubah perlu menerima pesan-pesan persuasif yang didesain dengan hati-hati dan mereka perlu penerima pesan itu lebih sering dari pada pendukung aktif (Emmy, 2013).
Tradisi studi khalayak dalam komunikasi mempunyai dua pandangan arus besar (mainstream), pertama khalayak sebagai audience yang pasif. Audience yang pasif ialah  orang hanya bereaksi pada apa yang mereka lihat dan dengar dalam media. Khalayak pasif tidak ambil bagian dalam diskusi-diskusi publik. Khalayak merupakan sasaran media massa. Pandangan kedua yaitu khalayak merupakan partisipan aktif dalam publik. Publik merupakan kelompok orang yang terbentuk atas isu tertentu dan aktif mengambil bagian dalam diskusi atas isu-isu yang mengemuka (Prijana, 2009).
Kegagalan dalam penerapan teknologi lebih banyak ditimbulkan oleh lemahnya antisipasi kemungkinan kegagalan yang diwujudkan dalam bentuk strategi komunikasi yang tepat. Faktor yang sangat penting adalah pada khalayak sasaran yang lebih banyak dijadikan obyek daripada subyek pembangunan. Pemahaman terhadap khalayak, baik karakteristik personal, harapan-harapan dan keinginan-keinginannya, seringkali diabaikan oleh pelaku komunikasi pembangunan (baik peneliti maupun penyuluh). Strategi komunikasi pembangunan akan berdampak positif apabila tujuan program pembangunan dapat tercapai dan perubahan perilaku khalayak sasaran sebagai tujuan akhir dapat diamati dan diukur (Rasyid, 2012).
C.  Media Komunikasi
Menurut Bahua (2016) kemampuan komunikator dalam mengelola informasi dapat dilihat dari media yang tersedia. Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti “tengah”, “perantara”, atau “pengantar”, yaitu perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan. The Association for Educational Communications Technology (AECT), menyebutkan media sebagai bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan atau informasi. Salampessy (2012) mengatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan sasaran yang dapat merangsang untuk belajar.
Beragamnya media memiliki karakteristik yang berbeda pula.Karena itu untuk setiap tujuan yang berbeda diperlukan media yang berbeda pula. Menurut Sumardjo (2008) Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan penyuluhan ataupun pelajaran tadi sangat penting sebagai saluran, penyampaian pesan. Teknologi dan informasi yang berkaitan dengan inovasi inovasi didunia pertanian perlu disalurkan dengan cepat  dari sumber pesan kepada sasaran, yakni petani dan keluarganya serta masyarakat pertanian lainnya sehingga peranan media penyuluhan pertanian semakin penting. Kegiatan penyuluhan pertanian berhadapan dengan keterbatasan-keterbatasan antara lain keterbatasan jumlah penyuluh, keterbatasan dipihak sasaran, serta keterbatasan sarana dan waktu belajar bagi petani.
Menurut Kapti et. al (2013) bahwa media dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok. Media dapat diklasifikasikan berdasarkan rangsangan penerimaan/indera penerimaan, daya liput/jumlah sasaaran, pengalaman belajar dan bentuk/karakteristik, media sebagai berikut :
1.   Klasifikasi media penyuluhan pertanian berdasarkan panca indera.
a.   Media benda sesungguhnya, rangsangan melalui seluruh panca indera antara lain: spesimen, monster, sample.
b.   Media Audio-Visual rangsangan melalui indera pendengaran dan indera penglihatan antara lain : film, siaran televisi, video.
c.   Media Visual, melalui indera penglihatan antara lain : film, slide, foto, poster.
d.   Media Audio, rangsangan melalui indera pendengaran antara lain : kaset rekaman, siaran radio.
2.   Klasifikasi media penyuluhan pertanian berdasarkan daya liput/jumlah sasaran.
a.   Media Massal antara lain : siaran radio, siaran televisi dan media cetak.
b.   Media Kelompok antara lain : film, slide, kaset rekaman, transparansi.
c.   Media individual antara lain : benda sesungguhnya, specimen.
3.   Klasifikasi media penyuluhan pertanian berdasarkan tingkat pengalam belajar terdiri dari :
a.   Media yang memberikan pengalaman belajar secara kongkrit melalui kehidupan masyarakat antara lain benda sesungguhnya.
b.   Media yang memberi pengalam belajar melalui benda/situasi tiruan antara lain: simulasi, permainan, model.
c.   Media yang memberi pengalaman belajar melalui audio-visual aids (AVA) antara lain : film, slide, kaset dan rekaman.
d.   Media yang memberi pengalam belajar melalui kata-kata baik lisan atau tertulis antara lain : buku, majalah, ceramah. 
4.   Klasifikasi media penyuluhan pertanian berdasarkan bentuk/karakteristik media :
a.   Media benda/situasi sesungguhnya antara lain: percontohan tanaman/ternak
b.   Media berupa/situasi tiruan antara lain: model, simulasi, permainan simulasi.
c.   Media terproyeksi antara lain : film, siaran TV, film slide.
d.   Media tercetak misalnya poster, leaflet, folder, liptan.
e.   Media terekam misalnya : kaset, siaran radio, CD, VCD, DVD.
Menurut Santyasa (2007) Dalam penyampaian informasi/pesan biasanya peserta didik akan lebih mudah mempelajari hal yang konkrit ketimbang yang abstrak. Jenjang konkrit-abstrak dibuat dengan memulai dari peserta didik yang berpartisipasi dalam pengalaman nyata, kemudian menuju peserta didik sebagai pengamat kejadian nyata, dilanjutkan ke peserta didik sebagai pengamat terhadap kejadian yang disajikan dengan media, dan terakhir peserta didik sebagai pengamat kejadian yang disajikan dengan simbul. Jenjang konkrit-abstrak ini ditunjukkan dengan bagan dalam bentuk kerucut pengalaman (cone of experiment), seperti yang dijelaskan bahwa semakin konkrit suatu pesan maka semakin besar peluang pesan tersebut untuk diterima dan diingat seperti sebagai berikut: 10% dari yang kita baca; 20% dari yang kita dengar; 30% dari yang kita lihat; 50% dari yang kita lihat dan dengar; 80% dari yang kita ucapkan, dan; 90% dari yang kita ucapkan dan lakukan.
Anwas et. al (2010) juga menyampaikan bahwa ada beberapa prinsip umum dalam penggunaan media yakni tidak ada satu media pun yang sesuai untuk segala macam kegiatan pembelajaran. Media tertentu cenderung lebih tepat dipakai untuk menyajikan suatu unit pelajaran dari pada media lain.Tidak ada satu media pun yang harus digunakan untuk meniadakan media yang lain. Penggunaan media yang terlalu banyak akan membingungkan media belajar. Menggunakan media pembelajaran harus diadakan persiapan yang matang. Media harus merupakan bagian integral dari seluruh proses pembelajaran. Media harus mampu mendorong komunikan berpartisipasi aktif, media jangan hanya digunakan sebagai hiburan.
D.  Pesan yang Disampaikan
Culinary dalam bahasa Inggris berarti hal urusan dapur yang berkenaandengan keahlian masak-memasak. Dalam bahasa Indonesia diistilahkan dengan kata kuliner. Sebelumnya, masyarakat lebih mengenalnya dengan istilah “Jajanan Tradisional”, “Makanan Tradisional” ataupun “Hidangan Tradisional”. Pengenalan budaya suatu daerah tidak akan pernah terlepas dari segi kuliner tradisional yang menjadi suguhan khas suatu daerah. Beragamnya kuliner tradisional Indonesia merupakan pencerminan budaya dan tradisi nusantara. Kuliner Indonesia kaya akan bumbu yang berasal dari rempah-rempah asli Indonesia dan teknik-teknik memasaknya masih menurut tradisi. Kuliner Indonesia dibedakan dalam 2 kategori yaitu makanan berat dan makanan ringan (jajanan). Makanan besar meliputi nasi dan lauknya misalnya nasi liwet sedangkan makanan ringan meliputi jajanan pasar dan makanan penutup serta cemilan misalnya berbagai kue kering (Rahmawaty dan Yuni, 2010).
Solo merupakan daerah yang memiliki beranekaragam kuliner khas. Wisata Kuliner yang menjadi andalan Solo saat ini adalah Gladag Langen Bogan. Masyarakat solo biasa menyebut Gladag Langen Bogan Solo dengan Galabo. Berbagai jenis kuliner Solo yang disediakan di Galabo seperti nasi liwet, selat, sate kere, juga tengkleng. Pusat jajanan malam ini akan berakhir jika tidak ada pengunjung lagi dan esok harinya kawasan ini harus bersih pasalnya kawasan ini akan digunakan kembali sebagai jalan raya. Kuliner Solo ternyata bukan hanya diminati dan dinikmati warga Solo tetapi juga warga luar daerah karena memiliki rasa yang khas (Henny dan Iwan, 2011).
Tengkleng merupakan salah satu masakan khas Solo yang banyak diminati oleh masyarakat, baik masyarakat solo maupun luar daerah. Tengkleng hampir mirip dengan gulai, yang membedakan adalah kuahnya. Kuah gulai menggunakan santan, sementara kuah tengkleng tidak menggunakan santan. Tengkleng adalah makanan olahan dengan bahan dasar daging kambing dan cenderung lebih banyak berisi tulang-tulang kambing dan bagian organ kambing lainnya. Lauk pelengkap yang disajikan berupa sate daging, sate usus, dan sate jeroan. Kenikmatan makan tengkleng akan terasa ketika kita menikmati daging kambing yang menempel ditulang dan mengisap-isap sumsum tulang (Karimah, 2011).
Tengkleng merupakan masakan khas nusantara yang menggunakan rempah-rempah asli Indonesia. Bahan utama untuk membuat tengkleng adalah daging beserta tulang-tulangnya serta organ kambing lainnya. Bumbu yang digunakan dalam membuat olahan tengkleng adalah cengkih, kayu manis, kapulaga, klabet, serai, daun jeruk purut, asam jawa, cabai merah, bawang putih, bawang merah, kemiri, ketumbar, merica, jintan,  jahe, kunyit, dan lengkuas. Penggunaan rempah-rempah yang beranekaragam memberikan rasa dan aroma yang khas nusantara (Budiyatul dan Laela, 2009).
Salah satu warung makan yang menjual tengkleng dan terkenal enak adalah  warung tengkleng Mbok Galak.  Warung ini terletak di jalan Ki Mangun Sarkoro No. 122, Sumber, Solo. Warung tengkleng Mbok Galak berukuran sempit dan panas akan tetapi tengkleng yang disajikan sangat enak dan daging tidak berbau. Pada saat jam makan siang warung ini akan sangat ramai. Selain tengkleng terdapat juga makanan olahan daging kambing lainnya seperti gulai, sate buntel, dan tongseng yang tidak kalah enaknya (Indrawanto, 2012).


                                                                                               III.   HASIL PRAKTIKUM
A.  Deskripsi Khalayak Sasaran/Audience
1.   Khalayak Sasaran/ Audience
Khalayak sasaran adalah khalayak yang menjadi sasaran aktivitas komunikasi organisasi, baik karena organisasi memiliki kepentingan terhadap khalayak tersebut, maupun karena khalayak tersebut adalah aset yang perilakunya dapat menguntungkan maupun merugikan organisasi. Tercapainya tujuan saat titik yang hendak dicapai luput dari jangkauan. Kemudahan evaluasi aktivitas komunikasi. Saat aktivitas komunikasi sulit untuk dievaluasi tolak ukur tingkat keberhasilannya, maka keberhasilan atau ketidakberhasilan menjadi ambigu.
Praktikum Teknologi Informasi dan Multimedia ini khalayak sasaran yang menerima manfaat dari dibuatnya booklet dan film mengenai kuliner khas Solo yaitu Tengkleng Mbok Galak adalah seluruh masyarakat Solo. Tujuan dibuatnya booklet dan film tentang Tengkleng Mbok Galak adalah memberikan informasi dan rekomendasi salah satu kuliner khas Solo yang terkenal lezat dan harga terjangkau. Media yang digunakan untuk memperkenalkan dan mengajak masyarakat untuk ikut menikmati tengkleng Mbok Galak adalah media cetak berupa booklet dan media audio visual berupa film.
a.   Media Cetak (Booklet)
Khalayak sasaran pada media cetak yang berupa booklet bertema “Tengkleng Mbok Galak” yaitu seluruh masyarakat yang tertarik dengan bidang kuliner, terutama masakan khas Solo yaitu tengkleng. Booklet ini bertujuan untuk mengajak kepada masyarakat untuk menikmati kuliner khas Solo yaitu tengkleng di Warung Mbok Galak. Penggunaan media cetak (booklet) diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang sedang mencari referensi masakan khas Solo.
b.   Media Audiovisual (Film)
9
Khalayak sasaran pada media audiovisual yang berupa film dokumenter dengan tema “Tengkleng Mbok Galak” ditujukan pada seluruh lapisan masyarakat Solo yang menyukai bidang kuliner terutama kuliner Solo yaitu Tengkleng. Penggunaan audio visual dipilih karena masyarakat lebih menyukai dan memahami informasi yang disajikan scara audio visual. Visualisasi yang dihasilkan akan lebih menarik perhatian dari masyarakat sehingga akan lebih mudah menarik masyarakat untuk menikmati kuliner Tengkleng Mbok Galak.
2.   Karakteristik Khalayak Sasaran/ Audience
Khalayak jelas tidak terlepas dari permasalahan kehidupan yang mereka hadapi. Khalayak sasaran akan berusaha berupaya mencari cara-cara pemecahan atas permasalahan yang dihadapai. Semakin banyak khalayak sasaran yang dihadapi, maka semakin banyak pula karakteristik masing-masing khalayak sasaran itu sendiri. Khalayak sasaran dalam praktikum ini adalah masyarakat Solo yang menggemari masakan khas Solo berupa olahan daging kambing tengkleng, sate kambing, tongseng dan lainnya.  Adapun karakteristik khalayak sasaran untuk kedua media yang dipakai pada praktikum kali ini yaitu:
a.   Media Cetak (Booklet)
Booklet adalah media publikasi yang terdiri atas tulisan, gambar ataupun kombinasi antar keduanya dengan tujuan memberikan informasi kepada khalayak ramai. Informasi yang terdapat pada booklet biasanya adalah sebuah informasi yang banyak menampilkan gambar-gambar dan penjelasan singkat. Penyebaran informasi tersebut bisa dari beberapa orang yang membaca booklet tersebut kemudian disebarkan kembali kepada orang lain. Pada media cetak yang berupa booklet disertakan resep cara pembuatan tengkleng di Mbok Galak sehingga booklet yang disajikan lengkap.
Karakteristik sasaran dari booklet ini adalah masyarakat Solo dengan rentang usia 17 tahun ke atas baik laki-laki maupun perempuan. Karakteristik sasaran dilihat dari lapangan pekerjaan ialah masyarakat yang bekerja kantoran dalam arti mereka yang memiliki pekerjaan tetap. Karakteristik sasraan apabila dilihat dari golongan status sosial ialah masyarakat dengan golongan ekonomi menengah ke atas dikarenakan harga dari masing-masing menu yang disajikan relatif mahal akan tetapi rasanya dijamin lezat.
b.   Media Audiovisual (Film)
Media audiovisual merupakan salah satu cara yang digunakan agar dapat menarik perhatian dan minat banyak sasaran. Audiovisual dapat dengan mudah dipahami oleh masyarakat luas, sehingga dampak yang ditimbulkan dari media tersebut akan lebih terlihat. Media audiovisual, yang berupa film dokumenter, karakteristik khalayak sasarannya yaitu semua masyarakat yang menyukai kuliner terutama yang menyukai masakan khas daerah Solo yaitu tengkleng. Karakteristik sasaran dari film ini adalah masyarakat Solo dengan rentang usia 17 tahun ke atas baik laki-laki maupun perempuan. Karakteristik sasaran dilihat dari lapangan pekerjaan ialah masyarakat yang bekerja kantoran dalam arti mereka yang memiliki pekerjaan tetap. Karakteristik sasraan apabila dilihat dari golongan status sosial ialah masyarakat dengan golongan ekonomi menengah ke atas dikarenakan harga dari masing-masing menu yang disajikan relatif mahal. Pembuatan film dokumenter tentang “Tengkleng Mbok Galak” ini dapat membantu masyarakat mengetahui salah satu wisata kuliner di Solo yang layak dikunjungi karena rasanya lezat yaitu warung makan Mbok Galak.
B.  Perencanaan Pesan Komunikasi
Komunikasi berasal dari kata “Communicare” (bahasa latin) yang artinya memberitahukan. Sedangkan menurut bahasa inggris disebut Communication yang artinya pertukaran informasi konsep, ide, perasaan antara dua atau lebih. Menurut Oxford Dictionary, komunikasi adalah pengiriman atau tukar menukar informasi, ide, dsb. Komunikasi adalah penyelenggaraan tata hubungan kegiatan menyampaikan warta dari satu pihak dalam suatu organisasi. Jadi sebenarnya komunikasi itu adalah proses pernyataan antar manusia, pernyataan manusia disini dinamakan pesan (message), dan orang yg menyampaikan disebut komunikator (communicator), sedangkan orang yg menerima pernyataan pesan (message) disebut komunikan (communicator). Adapun isi pesan yg disampaikan komunikator itu adalah pikiran atau perasaan, serta lambang dengan menggunakan bahasa lisan maupun tulisan.
Komunikasi sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya di perusahaan saja, di warung maupun dimana pun kita berada pasti kita melakukan komunikasi. setiap orang dalam menjalankan kegiatan sehari-hari tentunya menggunakan komunikasi, misalnya, seseorang yg membeli barang akan melakukan proses komunikasi, pembeli menyampaikan keinginan kepada penjual, dan penjual memahami maksud/keinginan pembeli, sehingga terjadi transaksi jual beli. Dalam hal seperti ini telah terjadi proses komunikasi. komunikasi hanya dapat terjadi bila ada orang yg menyampaikan pesan/disebut dengan komunikator dan yg menerima pesan, serta adanya isi pesan yang hendak di sampaikan.
Pesan adalah seperangkat gagasan atau ide yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan. Pesan merupakan sebuah gagasan-gagasan yang telah diterjemahkan ke dalam simbol-simbol yang dipergunakan untuk menyatakan suatu maksud tertentu. Praktikum Teknologi dan Informasi Multimedia kali ini kelompok kami memilih tema Kuliner. Isi pesan yang dapat disampaikan adalah aneka masakan khas Solo di warung makan Mbok Galak yaitu tengkleng, sate kambing, sate buntel, gulai dan tongseng sangat rekomendasi untuk dinikmati oleh diberbagai kalangan masyarakat, terutama masyarakat yang menyukai masakan khas Solo.
Pesan yang ingin disampaikan oleh komunikator baik melalui media cetak (booklet) maupun media audiovisual (film dokumenter) yaitu meliputi sejarah warung makan Mbok Galak, aneka menu olahan kambing yang disajikan di warung makan Mbok Galak, harga dari masing-masing menu yang disajikan, bahan dan proses pembuatan tengkleng di warung makan Mbok Galak, rahasia kelezatan sate buntel Mbok Galak serta denah lokasi warung makan Mbok Galak.  Warung tengkleng Mbok Galak terletak di jalan Ki Mangun Sarkoro No. 122, Sumber, Solo. Warung tengkleng Mbok Galak memang berukuran sempit dan suasananya panas akan tetapi tidak mengurangi jumlah pengunjung karena tengkleng yang disajikan sangat enak dan daging kambingnya tidak berbau. Saat jam makan siang warung ini akan sangat ramai, selain tengkleng terdapat juga makanan olahan daging kambing lainnya seperti guali, sate buntel, tongseng yang tidak kalah enaknya.
Tengkleng merupakan salah satu masakan khas Solo yang banyak diminati oleh masyarakat, baik masyarakat Solo maupun luar daerah. Tengkleng hampir mirip dengan gulai, yang membedakan adalah kuahnya. Kuah gulai menggunakan santan, sementara kuah tengkleng tidak menggunakan santan. Tengkleng adalah makanan olahan dengan bahan dasar daging kambing dan cenderung lebih banyak berisi tulang-tulang kambing dan bagian organ kambing lainnya. Lauk pelengkap yang disajikan berupa sate daging, sate usus, dan sate jeroan. Kenikmatan makan tengkleng akan terasa ketika kita menikmati daging kambing yang menempel ditulang dan mengisap-isap sumsum tulang.
Tengkleng merupakan masakan khas nusantara yang menggunakan rempah-rempah asli Indonesia. Bahan utama untuk membuat tengkleng adalah daging beserta tulang-tulangnya serta organ kambing lainnya. Bumbu yang digunakan dalam membuat olahan tengkleng adalah cengkih, kayu manis, kapulaga, klabet, serai, daun jeruk purut, asam jawa, cabai merah, bawang putih, bawang merah, kemiri, ketumbar, merica, jintan,  jahe, kunyit, dan lengkuas. Penggunaan bumbu rempah-rempah yang beranekaragam memberikan rasa dan aroma yang khas nusantara.

C.  Perencanaan Media Komunikasi
1.   Media Komunikasi yang Dihasilkan
Praktikum Teknologi Informasi dan Multimedia ini, kami membuat media komunikasi berupa media cetak yang berupa booklet dan audiovisual yang berupa film pendek. Kedua media komunikasi ini dipilih karena keduannya memiliki tingkat kemudahan untuk diterima para khalayak. Pemilihan kedua media komunikasi ini juga didasarkan pada khalayak sasaran yang sebelumnya kami tetapkan yaitu masyarakat Solo.
a.   Media Audiovisual
Media Audiovisual merupakan sebuah alat bantu audiovisual yang berarti bahan atau alat yang dipergunakan dalam situasi belajar untuk membantu tulisan dan kata yang diucapkan dalam menularkan pengetahuan, sikap, dan ide. Media ini dinilai sangat mudah untuk menampaikan informasi kepada khalayak karena media ini sangat menarik apabila dibanding dengan media komunikasi yang lainnya. Khalayak atau penerima informasi akan lebih mudah mengerti dan menangkap informasi apabila disertai dengan audio yang berupa wicara dan visual yang mampu menggambarkan informasi. Film pendek merupakan salah satu bentu media audiovisual. Film pendek merupakan sebuah cipta seni yang berupa video dengan menggambarkan suatu keadaan dimana hanya berdurasi tidak lebih dari 60 menit. Pemilihan film pendek ini dirasa tepat karena efisien dalam penampaian informasi, sesuai dengan khalayak sasaran yaitu kalangan muda, dan lebih menantang karena harus membuat ide kreatif untuk memvisualisasikan sesuatu dengan waktu yang singkat.
Tema film pendek ini adalah “Kuliner”. Film berisi adegan-adegan yang menjelaskan bagaimana rasa masakan tengkleng Mbok Galak dan bagaimana proses pembuatannya. Dalam film pendek juga ditampilkan bagaimana sejarah awal berdirinya warung makan Mbok Galak. Film pendek yang dibuat juga menampilkan saat kami menikmati “icip-icip” masakan khas Solo yang di sajikan di warung makan Mbok Galak. Film dokumenter ini berdurasi 5 hingga 6 menit. Dalam film dokumenter ini kami juga mengambil background di Keraton Surakarta dan juga Pasar Klewer dimana kedua tempat tersebut merupakan ikon kota Solo.


b.   Media Cetak
Media cetak  merupakan bagian dari saluran informasi masyarakat. Media cetak bisa menyampaikan sebuah informasi secara detail dan terperinci. Jenis media cetak untuk sebagai penyampai informasi sangat bermacam-macam namun dengan khalayak sasaran masyarakat umum maka kami membuat media cetak yang dapat dengan mudah dipahami oleh semua kalangan dan menarik bagi mereka untuk melihat, membaca, dan mengerti. Booklet dipilih karena booklet disertai gambar dan penjelasan singkat sehingga mudah untuk dipahami. Booklet telah memuat banyak informasi yang cukup dan mudah dipahami. Booklet yang dibuat oleh kelompok kami berfokus pada kuliner khas Solo Tengkleng yang dijual di Warung Makan Mbok Galak, dimana kami membuat film pendek. Text yang kami tampilkan merupakan kalimat pemberitahuan mengenai sejarah warung makan Mbok Galak, aneka menu olahan kambing yang disajikan di warung makan Mbok Galak, harga dari masing-masing menu yang disajikan, bahan dan proses pembuatan tengkleng di warung makan Mbok Galak, rahasia kelezatan sate buntel Mbok Galak serta denah lokasi warung makan Mbok Galak.
2.   Proses Pembuatan Media Komunikasi
a.   Media Audiovisual
Proses pembuatan media komunikasi penting dilakukan agar tahapan dalam proses dapat dilalui dengan baik dan sesuai dengan urutan yang telah ditentukan. Dengan adanya proses pembuatan media akan diperoleh hasil yang memuaskan dan sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya. Audio visual merupakan suatu media komunikasi yang memadukan unsur indera penglihatan, yaitu gambar atau video dan indera pendengaran yaitu suara.Media audio visual lebih menarik dibandingkan media lainnya atau media cetak. Media audio visual memungkinkan seorang dapat melihat dengan jelas gambaran informasi yang disampaikan juga bersamaan secara langsung dapat mendengarkan penjelasan dari informasi yang disampaikan. Berikut ini penjelasan dari proses pembuatan media audivisual antara lain:
1)  Pra Produksi
Tahapan pra produksi adalah berbagai kegiatan yang dilalui sebelum masuk ke tahapan produksi. Tahap ini juga merupakan tahap persiapan, dimana apabila tahap ini tidak dijalankan dengan baik akanmempengaruhi proses produksi maupun hasil yang diperoleh nantinya. Tahapan dalam pra produksi audio visual lebih banyak daripada pra produksi media cetak. Oleh karena itu, pra produksi dilakukan dengan sebaik mungkin baik mulai dari persiapan, penjadwalan kegiatan, diskusi dan kematangan konsep yang digunakan. Beberapa tahapan dalam pra produksi yaitu:
a)  Konsep
Konsep merupakan suatu gambaran tentang segala sesuatu yang akan diambil dalam pembuatan film documenter. Tahap awal dalam proses pembuatan film/video adalah dengan menentukan konsep apa yang akan digunakan nantinya. Konsep dibuat sebagai arahan dalam melakukan kegiatan, dengan adanya konsep kegiatan akan lebih mudah karena kita sudah mengetahui langkah-langkah apa saja yang akan kita kerjakan. Konsep ini mencakup kegiatan teknis dari seluruh rangkaian kegiatan yang ada.
Tujuan dari adanya konsep adalah mempermudah dalam pengambilan gambar. Konsep memudahkan dalam menentukan segmen yang akan digarap, karena dengan adanya konsep maka sudah ada acuan dan memudahkan dalam hal melaksanakan tahapan-tahapan kegiatan yang ada. Konsep dibuat sebelum mengambil gambar berdasarkan tema dari praktikum dan judul dari film yang akan dibuat.  Konsep pada praktikum ini ditentukan dengan diskusi kelompok, dimana dari semua anggota kelompok menyampaikan pendapat mereka masing-masing tentang ide kreatif yang dimiliki. Kemudian dari ide-ide tersebut dipersatukan menjadi sebuah alur cerita yang kemudian dapat dijadikan sebagai media untuk menyampaikan pesan kepada pemirsa.
Penentuan konsep dimulai dengan penentuan tema yang akan kita ambil, tema diambil dengan beberapa pertimbangan antara lain manfaat tema yang kita ambil bagi masyarakat. Setelah diperoleh tema, maka tahap selanjutnya adalah menentukan konsep pengambilan gambar yaitu gambar apa saja yang akan diambil mulai dari pembukaan acara, pemilihan gambar yang digunakan. Semua disusun agar kegiatan yang akan dilakukan lebih terarah dan tidak terjadi kebingungan saat terjun ke lapang sehingga proses pengambilan atau pembuatan gambar dapat tersusun secara sistematis sesuai dengan tema yang digunakan.

b)  Survei
Survei merupakan suatu kegiatan lapang yang dilakuakn untuk mengetahui gambaran umum lokasi praktikum. Penentuan lokasi pada praktikum ini menggunakan teknik purposive sampling artinya dengan sengaja menentukan lokasi dengan berbagai pertimbangan tertentu menyangkut konsep yang telah kami buat sebelumnya. Survei dilakukan dengan mengunjungi langsung lokasi praktikum  yaitu Warung Makan Mbok Galak yang terletak di jalan Ki Mangun Sarkoro No. 122, Sumber, Solo.
c)  Pembuatan Script
Script merupakan hasil dari konsep yang telah dibuat dan digunakan sebagai acuan yang digunakan dalam mengisi peran yang ada pada film. Tujuan script adalah agar proses pembuatan video lebih bisa berjalan dengan lancar dan sesuai alur dari tema yang sudah ditentukan. Script yang sudah dibuat sebagai berikut:
Script film “Tengkleng Mbok Galak”
Adegan 1 (Pembukaan, Lokasi depan Bank Indonesia, Jalan Slamet Riyadi)
Bambang      : Selamat siang, saya Bambang Pujiharjo, selamat datang
di kota Surakarta.
Eva               : Kota dengan seribu kebudayaan dan kulinernya
………….., Perut sudah laper banget, kita perlu makan,
enaknya kita makan apa nih mas? ……..
Bambang      : Waduuh, apa yaaaaaaaa???? ( sambil berpikir)
Eva               : Gimana kalo kita makan di siang hari ini yang ga bikin
seger tapi malah bikin kita panas…………..
Bambang      : Waaaaah, oke setuju, aku punya ide …., this is it “SATE
KAMBING MBOK GALAK” ……………
Eva               : OOOOO, apa itu mas?.......
Bambang      : Sate kambing yang sudah terkenal, bahkan Presiden
Jokowi juga pernah makan di situ …....
Eva               : Untuk itu langsung aja kita coba……. Untuk menu ada
apa aja nih mas? …
Bambang      : Sate Kambing, Gulai Kambing, Sate Buntel, Tongseng,
dan juga Tengkleng…..
Adegan 2 (makan di warung Mbok Galak)
Eva               : kita sudah di warung Sate Kambing Mbok Galak,
mencicipi makanan, ada apa aja sih makanannya mas?
Bambang      : (Sambil menunjuk makanan) ini namanya sate kambing,
tongseng, dan tengkleng
Eva               : (mencicipi makanan, dan menjelaskan)
(wawancara dengan pembeli lain dengan meminta pendapat tentang makanan yang di pesan dan wawancara dengan pemilik warung sate kambing mbok galak)
Adegan 3  (penutupan, lokasi FP UNS)
Eva               : Kita sudah mencicipi makanan di warung sate mbok
galak, cukup sekian, selamat ketemu lagi di lain kesempatan …..
Bambang      : Daaaaaaaa ……
                              STORYBOARD
Tabel 1. Storyboard film dokumenter  Tengkleng Mbok Galak
NO
ADEGAN
NARASI  
GAMBAR
DIALONG
TEMPAT
1
1
-      Shoot gedung BI
-      Opening di depan BI dengan 2 pembawa acara (host)
-      Shoot perjalanan singkat
-      Shoot gapura keraton
-      Shoot keraton
-      Shoot jalan kaki ke keraton
-      Shoot pasar klewer
-      Shoot bagian depan warung sate mbok galak
-      Perkenalan diri pembawa acara
-      Memperkenalkan kota Surakarta
-      Diskusi makan siang di Warung Sate Kambing Mbok Galak
-      Depan BI
-      Keraton
-      Pasar Klewer
-      Depan warung sate
2
2
-      Shoot makan di mbok galak
-      Shoot makanannya
-      Shoot dengan pembeli lain
-      Shoot wawancara dengan pemilik warung
-    Informasi telah sampai di warung sate
-    Memperkenalkan makanan yang di pesan
-    Mencicipi makanan
-      Warung sate kambing mbok galak
3
3
-      Shoot penutupan di FP UNS
-   Closing acara
-      FP UNS


d)  Persiapan Alat
Suatu kegiatan memerlukan alat-alat yang mendukung kegiatan tersebut. Alat-alat yang diperlukan ketika pembuatan film yaitu kamera DSLR, memory, tripod, untuk proses editingnya diperlukan komputer dengan firewire yang sesuai dengan kamera DSLR dan memiliki aplikasi yang dapat digunakan untuk mengolah film (ex: Adobe Premiere). Alat-alat tersebut dipersiapkan sebelum proses pembuatan film berlangsung. Alat-alat tersebut juga perlu dilakukan pengecekan sebelum digunakan sehingga sudah dipastikan alat itu memang benar-benar siap digunakan.
2)  Produksi
a)  Pengambilan Gambar
Shooting merupakan proses pengambilan gambar dalam membuat sebuah video atau film. Termasuk dalam proses produksi yang membutuhkan persiapan, pengetahuan, dan skill dalam melaksanakan shoting. Proses pengambilan gambar merupakan langkah penentu keberhasilan dari suatu pembuatan film. Ketika gambar yang diambil itu bagus maka kemungkinan besar film yang dihasilkan juga bagus, namun bila gambar yang diambil kurang baik maka kemungkinan filmnya akan tidak bagus.
Pengetahuan mengenai teknik pengambilan gambar ini sebenarnya untuk menentukan bagaimana shot itu akan dibuat, serta kesan yang timbul didalamnya. Untuk membedakan antara satu shot dengan shot yang lainnya, teknik pengambilan gambar dilakukan dengan menggunakan sudut pengambilan gambar yang berbeda (camera angle) dan ukuran gambar baik long shot, full shot, medium shot dan close up. Dalam proses pengambilan gambar ini, kelompok kami mengambil di warung makan Mbok Galak yang terletak di jalan Ki Mangun Sarkoro No. 122, Sumber, Solo.
Ketika mengambil gambar maupun adegan video harus diperhatikan jarak pengambilan gambar, bagian yang diambil dan fokus kamera. Fokus kamera ini akan menentukan bagaimana kualitas gambar itu diperoleh, ketika fokus kamera tidak diperhatikan maka gambar akan sedikit terlihat kabur. Ketika memperbesar gambar (zoom) harus hati-hati, maksudnya kecepatan memperbesar itu harus diperhatikan (tidak boleh terlalu cepat). Jika zoom dilakukan terlalu cepat, maka menimbulkan perubahan ukuran gambar yang tidak enak dilihat.
Tabel 2. Reka Adegan dan Lokasi Pembuatan Film
No
Adegan
Lokasi
1
Mengambil gambar di depan BI, keraton dan pasar klewer
BI, Keraton dan pasar klewer
2
Mengambil gambar artis menjelaskan mengenai masakan di Mbok Galak yakni tengkleng, gulai dan sate.
Warung Makan Mbok Galak
3
Mengambil gambar artis memberikan closing statement
FP UNS
Sumber : Data Primer
b)  Capture
Proses capture video (capturing) adalah proses memindahkan hasil rekaman yang disimpan dalam kaset Mini DV dari kamera ke dalam komputer untuk dijadikan sebuah file dengan format digital. Meng-capture video kita membutuhkan salah satu software pendukung antara lain Microsoft Movie Maker merupakan software bawaan yang ada di Windows. Software lain yang bisa digunakan adalah Pinacle, Ulead dan Adobe Premiere. Proses meng-capture kami menggunakan Adobe Premiere. Proses capture ini dimulai dari menyiapkan kaset yang dimasukkan dalam kamera kemudian kamera itu disambungkan ke komputer lalu direkam ke komputer itu. Hasil dari proses capture ini adalah bentuk avi. Proses capture ini digunakan untuk mempermudah proses editing yang dilakukan dengan komputer.
c)  Recording dan Editing
Recording merupakan proses perekaman audio/suara yang akan digunakan untuk mengisi film. Sebelum melakukan recording, terlebih dahulu di dahulukan dengan membuat naskah/script yang akan dijadikan acuan pada saat merekam, sehingga mempermudah pada saat recording. Proses recording yang kami lakukan adalah dengan menggunakan perekam dari Smartphone pada saat pengambilan gambar. Pengucapan teks saat rekaman harus jelas dan diucapkan dengan lantang agar bisa menutupi jika ada suara-suara yang mengganggu pengambilan gambar. Smartphone kami letakkan pada posisi-posisi yang wajar saat pengambilan gambar sehingga tidak mengganggu komposisi gambar  yang akan diambil
Editing adalah suatu proses mengatur dan menyusun rangkaian shot demi shot menjadi satu scene, scene demi scene menjadi suatu rentetan peristiwa (sequence), hingga akhirnya diperoleh suatu rangkaian shot dari suatu cerita yang utuh. Saat proses editing ini kita memilih gambar-gambar atau shot-shot mana yang akan dimasukkan dalam film, serta menyatukan gambar dengan recording dan backsound. Untuk proses ini dilakukan dengan aplikasi Adobe Primere Pro 2.0.
Tabel 3. Tahap Recording dan Editing
No
Tahap
Tanggal
1.
2.
Recording
Editing
17 April – 14 Juni 2017
30 Mei – 16 Juni 2017
d)  Finishing
Finishing merupakan tahap akhir dalam produksi yang dilakukan ketika proses editing sudah selesai.Pada tahap finishing, film yang akan dijadikan sebuah kepingan Compact Disk melalui dua tahap yaitu tahap eksport dan burn. Pada tahap eksport, film yang sudah jadi dirender sampai selesai kemudian disimpan. Film mentahan yang sudah dirender dan disimpan baru dapat dieksport. Tujuan dari proses eksport adalah mengubah format film yaitu dari format Adobe Premiere berubah menjadi avi.file. Setalah itu diburning ke CD supaya bisa dipublikasikan.
Jika kapasitas film yang telah dieksport terlalu besar, hasil dari eksport dapat di convert. Tujuan dari convert adalah memperkecil kapasitas film yang sudah dieksport.Setelah film mentah sudah dieksport dan formatnya sudah menjadi avi.file, dapat dilakukan proses selanjutnya yaitu proses burn. Burning merupakan pemindahan data dari komputer ke kepingan Compact Disk. Tidak semua komputer dapat melakukan proses burn tetapi hanya komputer yang dilengkapi dengan CD Rom yang jenisnya Read Writer atau sering disebut dengan CD RW.  Setelah melalui proses burn kepingan CD sudah berisi data yang kita inginkan. Film yang sudah tersimpan dalam CD dapat diputar di Video Compact Disk (VCD)  atau Digital Video Disk (DVD).
3)  Pasca Produksi
Film dokumenter kegiatan praktikum terkemas dalam bentuk kepingan Compact Disk. Tujuan dari penyimpanan film dalam bentuk CD adalah memudahkan dalam penyimpanan film dan dapat diputar di VCD. Tujuan dari film dokumenter yaitu menguatkan keyakinan dan memberi gambaran bagi sasaran mengenai salah satu rekomendasi wisata kuliner di Solo yaitu warung makan Mbok galak. Tujuan pemilihan media yang diambil adalah untuk memudahkan sasaran dalam memahami pesan yang disampaikan. Hambatan pada proses pembuatan film ini, antara lain pada saat dilapang hambatan yang ditemui yaitu pada teknik pengambilan gambar yang kurang sempurna sehingga gambar yang didapatkan kurang halus. Kemudian waktu pengambilan gambar siang hari yang sangat panas sehingga pencahayaan kurang tepat, dan terkadang terdapat suara yang dapat menimbulkan kebisingan dalam video. Pada proses editing dengan menggunakan Adobe Premiere Pro 2.0 kami hanya menggunakan PC yang memiliki kapasitas terbatas, sehingga kadang terjadi kendala dalam proses editing.
b.    Media Cetak
1)  Pra Produksi
a)  Konsep
Konsep merupakan suatu gambaran abstraksi terhadap objek yang akan dibuat. Konsep ini bertujuan untuk memudahkan dalam hal melaksanakan tahapan-tahapan kegiatan yang ada yang mencakup kegiatan teknis dari seluruh rangkaian kegiatan yang ada. Konsep pada praktikum ini ditentukan dengan diskusi kelompok. Penentuan konsep dimulai dengan penentuan judul yang sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Pada Praktikum Teknologi Informasi dan Multimedia ini mengambil konsep tentang Pemberian Informasi mengenai salah satu wisata kuliner di Kota Solo yakni Tengkleng Mbok Galak. Setelah didapat judul, tahap selanjutnya adalah menentukan konsep pengambilan desain gambar. Setelah desain gambar telah terkumpul, tahap selanjutnya yaitu penggabungan materi dan desain yang ada. Semua disusun agar kegiatan yang akan dilakukan lebih terarah dan tidak terjadi kebingungan saat pembuatan Booklet.
Booklet yang dibuat berisi tentang informasi mengenai sejarah berdirinya Warung Makan Mbok Galak, makanan khas yang ada di Mbok Galak yakni tengkleng, gulai dan sate, bumbu-bumbu yang digunakan serta proses pembuatannya dan gambaran letak warung makan Mbok Galak. Informasi dalam booklet ditulis dalam bahasa yang ringkas dan dimaksudkan agar mudah dipahami dalam waktu singkat. Isi pesan dari pembuatan booklet ini adalah untuk mengajak masyarakat terutama masyarakat Kota Solo untuk bisa mengetahui makanan khas Solo dan mau menikmati makanan khas Solo.
b)  Survei
Survei merupakan suatu kondisi tertentu dimana menentukan suatu lokasi sebagai sumber informasi. Tujuan dari survei ini adalah untuk melihat gambaran umum lokasi praktikum. Kebenaran informasi tergantung dari metode yang digunakan dalam survei. Pada praktikum ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu sengaja memilih lokasi yang sesuai dengan konsep yang telah dibuat sebelum praktikum dilakukan. Penentuan lokasi diawali dengan mencari lokasi-lokasi mana saja yang memiliki wisata kuliner khas Solo. Setelah didapatkan beberapa lokasi, kemudian dipilih berdasarkan penilaian serta pemikiran diskusi kelompok. Dipilihlah Warung Makan Mbok Galak yang terletak di jalan Ki Mangun Sarkoro No. 122, Sumber, Solo.
c)  Layout
Layout atau posisi tata letak berkaitan erat dengan bentuk booklet, ukuran booklet dan content booklet, baik berupa teks, gambar, maupun desain lainnya. Layout merupakan panduan awal yang penting untuk menentukan dimana nantinya teks, gambar atau desain akan diletakkan dalam media booklet. Penempatan layout yang telah ditentukan sebelumnya, dapat membuat isi materi akan tersusun dengan sempurna dan memudahkan dalam memodifikasi booklet tersebut. Booklet yang dibuat berbentuk persegi panjang karena pembuatan layout dengan bentuk persegi panjang dianggap lebih mudah dibuat dibandingkan dengan bentuk yang lainnya sedangkan kertas yang digunakan adalah kertas art carton 250 gsm untuk cover depan dan belakang sedangkan untuk isi booklet menggunakan kertas art paper 150 gsm. Layout Booklet juga disesuaikan dengan konten yang dimasukkan.
2)  Produksi
a)  Pengambilan Gambar
Tahap produksi yang pertama adalah pengambilan gambar di lokasi yang dijadikan sebagai tempat praktikum. Proses pengambilan gambar yang dilakukan pada praktikum kali ini dilakukan dengan menggambar atau mendesain gambar dengan menggunakan Corel Draw. Pengambilan gambar ini tujuannya untuk menarik minat para pembaca untuk mulai mengenal dan mau menikmati makanan khas kota Solo yang ada di Warung Makan Mbok Galak. Gambar sangat berpengaruh besar dalam mendukung unsur seni dalam booklet, sehingga booklet mempunyai aksen indah dipandang mata. Gambar yang diambil harus dipilih secara tepat dan berhubungan dengan informasi yang akan disampaikan pada booklet agar dapat menarik khalayak sasaran pada booklet sehingga hasil respon akan semakin baik pula.
b)  Desain
Desain merupakan seni terapan dan rekayasa yang berintegrasi dengan teknologi. Pembuatan desain bertujuan untuk membangun kualitas multi elemen dalam sebuah objek. Dalam mendesain booklet diperlukan suatu pola perancangan yang melalui berbagai proses dan pertimbangan estetika, fungsi, masalah, dan banyak aspek lainnya sehingga dalam mendesain booklet diperlukan suatu keahlian dan ketelitian. Booklet didesain semenarik mungkin dan dapat memberikan manfaat pada khalayak sasaran agar diperoleh respon yang positif dari sasaran dan unsur pesan dapat tersampaikan dengan baik.
Tahap mendesain booklet ini, diawali dengan pemilihan jenis huruf (font) pada booklet yang akan dibuat. Pemilihan jenis huruf sangat mendukung estetika tampilan teks dari sebuah booklet. Dalam pembuatan booklet ini menggunakan beberapa jenis huruf agar dapat membedakan antara judul, sub judul, dan isi dari booklet itu sendiri. Isi materi dari booklet hanya mencantumkan 30% dari content teks isi materi. Pembaca kami arahkan pada hal-hal yang menarik mengenai Warung Makan Mbok Galak.
c)  Percetakan
Setelah tertuangnya konsep dalam booklet, maka booklet siap untuk dicetak. Pencetakan dilakukan di atas kertas yang baik dalam usaha membangun citra yang baik terhadap layanan atau produk tersebut. Penentuan jenis kertas booklet juga akan menentukan nilai jual dari booklet tersebut. Pencetakan booklet ini dilakukan diatas kertas art carton 250 gsm untuk cover depan dan belakang sedangkan untuk isi booklet menggunakan kertas art paper 150 gsm. Layout Booklet juga disesuaikan dengan konten yang dimasukkan.
3)  Pasca Produksi
Pasca produksi merupakan tahap akhir dalam pembuatan suatu barang. Output yang dihasilkan dalam proses kegiatan Praktikum Teknologi Informasi dan Multimedia ini yaitu booklet. Tujuan pemakaian media cetak untuk media komunikasi yaitu agar khalayak sasaran bisa mengerti tentang makanan khas kota Solo salah satunya adalah di Warung Makan Mbok Galak. Media cetak dapat membantu sasaran mendapatkan informasi apa saja yang berkaitan dengan kegiatan promosi ataupun informasi lainnya yang baru saja keluar yang dapat berguna pada kehidupan mereka.




                                                                                                            IV.   PENUTUP
A.  KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum Teknologi Informasi dan Multimedia yang telah dilaksanakan dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1.   Teknologi Informasi dan Multimedia adalah Pemanfaatan media elektronik untuk pembentukan, penyimpanan, dan penyebaran informasi.
2.   Media yang dihasilkan dalam praktikum Teknologi Informasi dan Multimedia adalah media cetak dan media audiovisual. Media cetak yang dibuat berupa booklet yang berjudul Tengkleng Mbok Galak. Audiovisual dibuat berupa film yang berjudul “Tengkleng Mbok Galak”.
3.   Proses pra produksi booklet antara lain konsep, survei dan layout.
4.   Proses produksi booklet antara lain pengambilan gambar, desain dan pencetakan.
5.   Proses pra produksi audiovisual antara lain konsep, survei, pembuatan script dan persiapan alat.
6.   Proses produksi audiovisual antara lain pengambilan gambar, capture, recording dan editing, serta finishing.
B.  SARAN
Berdasarkan praktikum Teknologi Informasi dan Multimedia yang telah dilaksanakan dapat disampaikan saran sebagai berikut:
1.   Bagi Praktikum Teknologi Informasi dan Multimedia
a.   Perlu adanya pendampingan lebih intens dari coas Teknologi Informasi dan Multimedia terkait kegiatan praktikum karena praktikan masih banyak yang merasa bingung terkait proses produksi atau editing film.
2.   Bagi lokasi praktikum warung makan Mbok Galak
a.   Sebaiknya warung makan Mbok Galak diperluas lagi karena jumlah pengunjung relatif banyak sedangkan warung makan Mbok Galak berukuran sempit dan terasa sangat panas.
b.   Sebaiknya tata lampu di warung makan Mbok Galak lebih diperhatikan karena tata lampu disana kurang terang atau berkesan remang-remang sedangkan pengunjung lebih menyukai tempat makan yang terang.

25

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Langkah-langkah Evaluasi Program Penyuluhan

“ LANGKAH-LANGKAH EVALUASI PROGRAM PENYULUHAN PERTANIAN ” Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pe rencanaan dan Evaluasi Progra...